Unggahan tersebut mengaitkan Muhammad Herindra dengan konferensi pers Aliansi BEM Bersatu tanpa menyertakan dokumen, kesaksian, maupun bukti yang dapat diverifikasi.
JAKARTA — Sebuah unggahan di media sosial X menyebarkan narasi hoaks dan bermuatan fitnah dengan menyeret nama Kepala Badan Intelijen Negara, Muhammad Herindra, dalam kontroversi konferensi pers yang mengatasnamakan Aliansi BEM Bersatu.
Dalam unggahan pada 17 Juni 2026, akun tersebut menampilkan foto Muhammad Herindra disertai narasi:
“ADA NAMA HERINDRA OTAK DIBALIK KONFERENSI PERS PALSU ALIANSI BEM BERSATU.”
Unggahan tersebut dapat dilihat melalui tautan berikut:
https://x.com/theeagle_ben/status/2067121640954339458
Namun, akun tersebut tidak menyertakan dokumen, kronologi, keterangan saksi, sumber informasi, maupun bukti pendukung lain yang dapat membuktikan tudingan bahwa Muhammad Herindra berada di balik penyelenggaraan konferensi pers tersebut.
Munculnya unggahan itu berkaitan dengan polemik konferensi pers yang digelar oleh sejumlah orang dengan mengatasnamakan Aliansi BEM Bersatu. Kegiatan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah muncul pertanyaan mengenai identitas, keterwakilan, dan legitimasi peserta yang hadir.
Meski keabsahan pihak-pihak yang mengatasnamakan organisasi mahasiswa tersebut masih menjadi perdebatan, hal itu tidak serta-merta membuktikan adanya keterlibatan Muhammad Herindra ataupun Badan Intelijen Negara dalam kegiatan tersebut.
Sampai berita ini disusun, belum terdapat bukti terbuka maupun keterangan resmi dari pihak berwenang yang membenarkan tudingan akun @TheEagle_BEN. Dengan demikian, narasi yang disebarkan masih berupa klaim sepihak yang belum terverifikasi dan berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap individu maupun lembaga yang disebutkan.
Penyebaran tudingan serius tanpa dasar yang jelas dapat menyesatkan masyarakat dan merugikan nama baik pihak tertentu. Pengguna media sosial perlu memeriksa sumber informasi, konteks peristiwa, serta bukti pendukung sebelum membagikan kembali sebuah unggahan.
Pihak yang disebutkan dalam unggahan juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi atau hak jawab. Sementara itu, pemilik akun @TheEagle_BEN perlu menjelaskan sumber dan dasar dari tudingan yang dipublikasikannya agar informasi tersebut dapat diuji secara terbuka dan dipertanggungjawabkan.

