Bangkitkan Kopi Langkan yang Meredup, Pemerintah Desa Siap Lakukan Penganggaran dan Serap Hasil Melalui BUMDES

MENARAnews.com, Bangli (Bali) – Bertepatan dengan peringatan hari kopi internasional, sejumlah pemuda di Dusun Langkan, Desa Landih, Bangli yang tergabung dalam Sekaa Teruna Giri Seraya berkeinginan untuk membangkitkan kejayaan kopi di daerah asalnya. Hal itu dilakukan karena keberadaan Dusun Langkan beberapa tahun lalu sempat menjadi salah satu sentra kopi terbaik di Kabupaten Bangli.

Guna memantik kebangkitan kopi di Dusun Langkan, mereka turut merayakan Hari Kopi Internasional. Dalam perayaan Hari Kopi Internasional ini, mereka mengajak pemuda setempat untuk menonton film Filosofi Kopi, diskusi mengenai kopi dan coffee cupping.

Dalam diskusi mereka menghadirkan musisi, aktivis sekaligus petani kopi, I Gede Robi Suprianto (Robi Navicula) dan Founder Umah Lokal Coffee Roastery, I Putu Agi Pratama. Diskusi dimoderatori oleh Ketua Generasi Baru Indonesia (GenBI) Bali, I Putu Yudhi Artha Wijayakusuma.

Dalam acara itu, para pemuda juga mendorong Pemerintah Desa Landih agar mempunyai grand desain ke mana akan dibawa potensi kopi Langkan setidaknya dalam lima tahun ke depan.

Menyikapi keinginan pemuda tersebut, Kepala Desa Landih, I Wayan Suarta mengatakan, bahwa pihaknya mengaku bakal mengapresiasi dalam bentuk pemberian pelatihan atau pendampingan terhadap kegiatan para memuda di Dusun Langkan. Jika kelompok dari Sekaa Teruna Giri Seraya ada berkeinginan untuk membangkitkan kopi Langkan, barang tentu pemerintah desa bakal mendukung secara penganggaran di tahun berikutnya.

“Bagaimana keinginan sekaa teruna itu sendiri mengembangkan kopi ini. Setelah nika (itu) bersama-sama, dalam artian sistem pengolahan (dan) pemasaran perlu kita rembugkan,” jelasnya dalam acara tersebut, Jum’at (2/10/2020).

Menurutnya, desa tidak bisa melakukan pengolahan dan pemasaran kopi tanpa adanya koordinasi dan dukungan dari pihak yang memiliki keinginan.

“Tyang (saya) harapkan dukungan juga akan bisa untuk mewujudkan terkait kegiatan yang bersifat positif yang dan juga terkait peningkatan ekonomi terkait perkebunan kopi yang ada di Langkan,” jelasnya.

Suarta berharap, pengembangan kopi di Dusun Langkan tidak hanya dalam pengiriman mentahnya saja, melainkan terdapat sistem pengolahan. Sekarang dirinya mengaku sudah melihat ada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani yang sudah melakukan pengolahan sistem kopi bubuk. Maka dari itu, jika pemuda ingin membangkitkan kopi di Langkan, tentu juga harus bisa bersaing di pasaran.

Maka dari itu, pihaknya di Desa Landih mengaku sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Melalui kepemimpinannya saat ini, ia mengaku bersama Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Landih siap untuk membenahi BUMDES tersebut. Apalagi ada keinginan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi yang ingin meng-goal-kan hasil petani di Bali melalui BUMDES. Terlebih di Dusun Langkan memiliki ikon kopi yang terkenal.

Kepala desa asal Dusun Palaktiying, Bangli itu mengungkapkan, bahwa kejayaan kopi di Dusun Langkan, termasuk kopi luwak, memang sudah sangat terkenal sampai ke luar negeri. Ke depan perlu dicarikan solusi untuk membangkitkan kopi yang dulu terkenal dan sekarang meredup karena pergeseran jaman dari kopi ke jeruk.

“Dan sekarang keberadaan kopi sangat menjanjikan. Hal itu bisa dilihat dari keberadaan pariwisata di Bangli banyak muncul dari kafe kopi dan agrowisata kopi luwak. Bagaimana nanti kita bisa menerobos ke sana,” kata Suarta.

Suarta mengatakan, berdasarkan pengamalan terdahulu, di Dusun Langkan sudah terdapat sistem pengolahan bubuk bahkan hingga packing-nya. Pihaknya berharap generasi muda nantinya bisa mengkoordinasikan dan meneruskan kegiatan yang pernah terlaksana itu. (*)

Editor: N. Arditya