Gerak Cepat, Koalisi 6 Parpol Agendakan Usung Eisti - Alim

MENARANews (Demak) – Setelah drs. Joko dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat) perihal kesehatan. Enam parpol pengusung Eisti – Jos langsung melakukan pertemuan untuk membahas pergantian untuk bakal calon wakil Bupati, hingga akhirnya memilih KH Ali Maksum sebagai pasangan bakal calon Bupati Demak bersama Eistiana.

Ali Maksum sendiri menurut Sri Fahrudin Slamet Bisri, SE., yang merupakan Ketua Koalisi Parpol Pengusung Eisti, menyampaikan bahwa Ali Maksum merupakan warga Nahdliyin asal Demak, dan pengasuh satu Pondok Pesantren Al Amin, Demak, sehingga memiliki kapasitas sebagai pemimpin.

Kepada Menaranews.com, pria yang juga merupakan Ketua DPRD Demak ini mengatakan, bahwa pihaknya merasa beruntung karena dalam waktu yang singkat bisa mendapatkan pengganti Joko Sutanto, sehingga diharapkan dapat menyerahkan persyaratan formulir ke KPU segera.

“Mau tidak mau kita harus mengganti. Dan alhamdulillah dalam waktu yang singkat, kita bisa mendapatkan seorang calon wakil bupati dan beliau (Ali Mahsun-red) juga berkenan bisa mewakili mbak Eisti,” tutur Slamet Bisri.

Sementara itu Sekretaris DPC PKB Demak, Zayinul Fatta menyampaikan bahwa pergantian calon dalam politik merupakan hal yang lumrah sebagai bagian dari dinamika politik.

“Ini suatu hal yang lumrah. Lalu kenapa Kyai Ali? Karena Kyai Ali kami anggap sebagai wakil yang pas untuk kolaborasi kepemimpinan. Bila dilihat dari sisi ulama, hal ini sangat penting karena Demak sebagai kota berbasis agamis nasionalis religius,” terang Zayinul Fatta.

Ia menyampaikan bahwa perpaduan kepemimpinan dan ulama ini sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan kebijakan untuk kemaslahatan umat.

“Suatu hal yang logis dimana keberadaan beliau (Ali Maksum-red) sangat dibutuhkan umat, sehingga dalam bahasa kaidah fikih, tashorruful imam alarro’iyah Manutun bil maslahah,” terangnya.

Terhadap koalisi yang memiliki potensi retak karena permasalahan pergantian ini, Fatta kembali berharap agar pergantian ini tidak akan mengurangi kesolidan kekuatan koalisi.

“Insyallah pertentangan tidak ada, semua partai pengusung kompak dan solid mengusung ketua dewan syuro PKB ini menjadi wakil nya mbak Eisti,” harapnya.

Terkait isu yang menggap pergantian ini sudah diskenariokan sejak awal, baik Fatta maupun Slamet menyangkalnya.

“Tidak ada rekayasa, bagaimana bisa mungkin terkait kesehatan bisa direkayasa,” tegas Slamet Bisri. (NSN)