Isi Kekosongan Kunjungan Wisawatan, Dinas Pariwisata Bali Siasati Begini

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Terhadap penutupan penerbangan dari/ke China yang terntunya berdampak bagi pariwisata Bali. Pemerintah Provinsi Bali, melalui Dinas Pariwisata sedang menyusun siasat agar industri pariwisata Bali tetap stabil di tengah menurunnya wisatawan China akibat virus corona. Salah satunya dengan cara melobi presiden Joko Widodo untuk mengalihkan pertemuan-pertemuan penting agar dilangsungkan di Bali.

“Kami akan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang akan membahas bagaimana strategi kita menghadapi menurunnya wisatawan akibat virus corona, mungkin nanti pak presiden bisa membantu mengalihkan pertemuan-pertemuan penting agar diselenggarakan di Bali,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa, Kamis (6/2/1).

Astawa berujar, pertemuan tingkat nasional seperti pertemuan pemerintahan, bank dan lain sebagianya akan memberikan dampak positif jika didorong untuk dilangsungkan di Bali. Sehingga, Bali yang saat ini mengalami banyak sekali kekosongan akan sedikit bisa bernafas lega.

Siasat lain yang akan coba dilakukan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali adalah akan mendorong maskapai penerbangan untuk menurunkan harga tiket ke Bali. Ia bahkan mencotohkan, harga tiket pesawat dari Jakarta ke Bali dan dari Jakarta ke Singapura justru lebih mahal ke Singapura.

“Kami juga akan meminta harga tiket kalau bisa ada kebijakan dari pihak Airlines, ada paket diskon untuk menurunkan harga tiket, sehingga tidak terlalu berat orang untuk berkunjung kesini. Kalau dulu kan malah lebih murah ke Singapura daripada ke Bali kalau dari jakarta. Dan itu tidak kompetitif ya,” papar Astawa.

Ia juga menegaskan, bahwa akan terus berkomunikasi dengan beberapa Konjen diluar turis China untuk menyampaikan bahwa Bali masih aman dari ancaman virus corona.

“Bali masih aman, artinya untuk dikunjungi silahkan dari negara negara lain yang tidak terjangkit virus corona untuk datang ke Bali. Market yg lain masih normal, eropa masih normal. Yang penting bagaimana tetap menjaga agar tidak terinveksi ke Bali,” tutup Astawa. (DI)

Editor: N. Arditya