Penularan HIV AIDS pada Anak di Bali Masih Tinggi

MENARAnews.com, Denpasar – Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Prov. Bali, Drh. Made Suprapta, MM, menyampaikan, penularan HIV AIDS pada anak di Bali masih cukup tinggi. Yakni sebesar 3,7 persen dari total 20 ribu sekian jumlah anak-anak di Bali. Penularan sebagian besar disebabkan, saat anak dalam kandungan yang telah terjadi proses transmisi.

“Jika ada anak baru berumur 1 sampai 2 tahun sudah terjangkit HIV AIDS kemungkinan anak tersebut ditularkan ketika mereka dalam kandungan. Bisa dikatakan telah terjadi proses transmisi,” jelasnya di Denpasar, Senin (29/7/2019).

Bisa saja anak-anak tertular pada saat anak-anak telah menginjak usia dewasa. Misal, menginjak dewasa sudah mulai melakukan hubungan sex dengan lawan jenisnya.

“Misalnya ada anak baru menginjak dewasa, dengan umur 15 tahun sudah terjangkit HIV AIDS. Kemungkinan mereka telah tertular sejak berumur 10 tahun,” ujarnya.

Adapun salah satu cara agar anak-anak tidak sampai terjangkit penyakit mematikan tersebut. Ibu si anak dapat melakukan suatu tritmen seperti, masuk program bernama pencegahan penularan melalui Ibu ke anak.

“Treatment tersebut telah ada dibeberapa Rumah Sakit di Bali. Terutama Rumah Sakit yang menangani proses tersebut. Seandainya, si Ibu tidak dilayani dengan program tersebut kemungkinan besar si anak akan tertular. Akan tetapi, dengan mengikuti program tersebut setidaknya dokter telah mengatur proses keamilan serta proses kelahiran si anak. Sehinga peluang terinfeksi semakin kecil dapat mencapai 3 persen,” katanya.

Dalam penanganan terkait kasus tersebut langkah dilakukan sejauh ini, yaitu, dengan telah melakukan kemitraan dengan LSM yang memiliki spesifikasi untuk pendampingan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Baik itu ODHA dewasa maupun anak-anak dan seterusnya. (DI)

Editor: N. Arditya