Tetap Memaknai dengan Sukacita, Umat Kristiani Setuju dengan Pemutusan Internet Selama Nyepi

MENARAnews.com, Denpasar(Bali) – Pemutusan internet akan dilakukan selama perayaaan Nyepi. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Kota Denpasar, Pendeta Justus Lawalata, MTh saat ditemui di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar mengatakan bahwa peraturan penghentian internet selama 24 jam merupakan momen baik untuk mendapatkan ketenangan hati dan fikiran.

“Momen ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh umat beragama lain khusunya umat kristiani dengan memaknainya sesuai dengan filosofi agama hindu untuk menenangkan diri sendiri,” pungkasnya saat ditemui di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Kamis (21/2/2019).

Ia sangat setuju dengan diputusnya internet 24 jam selama perayaan Nyepi. Dengan diputusnya internet masyarakat dapat lebih merasakan makna kehidupan dan akan mencapai ketenangan diri. Sehingga akan merasakan dekat dengan sang pencipta.

“Menenangkan diri dengan keluarga dan menenangkan diri dengan sang Pencipta. Umat kristiani menerima peraturan tersebut dengan sukacita dan bersyukur bahwa hari nyepi adalah kesempatan untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, selain juga sebagai bentuk menghargai perayaan hari besar umat Hindu,” tambahnya.

Umat Kristiani berharap agar perayaan agama seperti Perayaan Nyepi tidak dikontaminasi atau dicampuri dengan unsur politik. Ogoh – ogoh tetap netral tanpa membawa simbol – simbol politik.

“Nyepi dan ogoh – ogoh merupakan budaya yang memiliki daya tarik besar bagi wisatawan, sehingga diharapkan untuk tetap menjaga nilai budaya tersebut tanpa disusupi unsur – unsur politik didalamnya,” harapnya. (DA)

 

Editor: N. Arditya.