Internet Mati Selama 24 Jam, Muslim di Bali Komitmen Menghormati

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Ditemui di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kemenag Kota Denpasar, H. Aminullah, S.Ag, menanggapi himbauan terkait pemutusan internet selama perayaan Nyepi 2019 pihaknya mengatakan bahwa hal tersebut merupakan keputusan yang telah disepakati bersama oleh tiap Majelis Keagamaan yang ada di Bali guna mensukseskan perayaan hari raya Nyepi yang tenang dan khusyuk.

“Kalau itu memang sudah bagian dari kesepakatan, komitmen didalam menjalani itu ya kita hormati kesepakatan itu. Mungkin ini bagian daripada tindakan nyata bahwa saudara – saudara kita dalam melaksanakan Nyepi memang perlu suasana ketenangan dan kekhidmatan,” ujarnya usai menghadiri Rapat pembahasan seruan bersama perayaan Nyepi 2019, Kamis (21/2/2019).

Beliau juga menambahkan bahwa tidak ada penolakan dari umat muslim terkait himbauan pemutusan internet yang tercantum dalam draft seruan bersama.

“Sebagai umat muslim berusaha mengikuti kesepakatan itu, kalau sudah bersepakat dan berkomitmen dalam menjaga kebersamaan, itu hakikatnya lebih tinggi dan mulia daripda mengedepankan keegoisan yang hanya berdampak kurang baik,” pungkasnya.

Walaupun internet diberhentikan selama 24 jam, namun dalam rapat seruan bersama telah disepakati dispensasi untuk keadaan – keadaan darurat tertentu, seperti kebutuhan orang sakit ke Rumah Sakit.

Alhamdulillah akhirnya dalan rapat itu dihasilkan kepahaman bersama untuk memberikan ruang khusus bagi warga yang sakit untuk dapat merujuk ke Rumah sakit,” jelasnya

H. Aminullah yang juga menjabat sebagai Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Bali ini berharap agar Nyepi tahun ini dapat berjalan baik seperti tahun – tahun sebelumnya dan terhindar dari hal – hal kecil yang dapat merusak makna ketenangan daripada Nyepi itu sendiri. (DA).

Editor: N. Arditya