UNISFAT WISUDA 133 MAHASISWA

MENARAnews, Demak (Jateng) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, SH, M.IP menghadiri Upacara Wisuda Program Sarjana Universitas Sultan Fatah Periode ke X Tahun 2017 didampingi dengan Bupati Demak HM.Natsir, Sekda dr. Singgih Setyono, M.Kes, Aisten Sekda dan Forkoimda Kabupaten Demak di Pendopo, Senin (30/10).

Dalam sambutannya Ganjar menyampaikan bahwa tantangan para wisudawan berat kalau hari ini mikirnya berat, tetapi tantangannya akan ringan kalau kita mampu menunjukkan bahwa yang lulusan Unisfat ini paripurna, lengkap punya kecerdasan, intelektual diasah, emosionalnya hebat begitu pula dengan spiritualnya.

“Ketika ketiga benteng itu dimiliki oleh setiap individu maka kesempurnaan individu itu akan muncul. Walaupun dilepas dari kandang, dilepas dari Unisfat ke masyarakat mereka akan mendapatkan ruang, atau setidaknya dia akan mengkreasi ruang yangnya sendiri” katanya.

Ia juga menyampaikan dalam buku kecerdasan emosional, anak usia nol sampai dua tahun sanggup menguasai delapan bahasa. Itu karena orang tua yang memfasilitasi perkembangan anaknya dari prenatal hingga postnatal.

“Jika sejak di dalam kandungan sering dibacakan ayat-ayat suci Al-quran maka dia akan merekam. Setelah ia lahir maka ia juga tidak akan asing karena sudah terbiasa dengan bacaan tersebut, tetapi jika ia juga terbiasa mendengar kemarahan orang tuanya maka dia akan merekam dan akan mengeluarkannya di suatu hari”, tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, tugas orang tua adalah mengawal, mengantar sehingga menjadi anak yang hebat seperti yang diinginkan oleh orang tua pada umumnya.
“Dengan ilmu yang dimiliki kita akan bisa mengerti persis bagaimana metode dan metodologi berpikir, ada tesa, antitesa dan sintesa. Kalau kita kerjanya konvensional saja maka kita akan dilibas dengan perkembangan jaman, maka kita tidak cukup hanya menjadi orang yang biasa saja, kita harus menjadi orang yang luar biasa”, tegasnya.

Sementara disampaikan Bupati HM.Natsir salah satu tolak ukur keberhasilan negara adalah meningkatnya partisipasi generasi muda. Sehingga perlu pendidikan karakter yang kuat, mulai dari jenjang Paud sampai Perguruan tinggi.

“Dengan gelar akademik yang telah diraih berarti saudara memiliki kesempatan lebih banyak untuk dapat berkiprah, meniti karir dan menatap masa depan yang lebih baik, berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, masyarakat, bangsa dan Negara”, ujarnya.

Menurutnya, sebagai generasi muda yang menyandang predikat sarjana, adalah generasi penerus dan kader pemimpin yang akan memikul dan meneruskan perjuangan bangsa.

“Tunjukkan bahwa saudara sekalian adalah alumni UNISFAT yang dapat dibanggakan, sebagai pemikir dan pelaku pembangunan di Kabupaten Demak. Dengan diwisuda pada hari ini, bukan berarti tugas telah selesai sampai disini. Namun tugas yang jauh lebih berat, kompleks dan penuh tantangan tengah menanti saudara”, pesannya.

Rektor Unisfat Dra Suemy, M.Si mengatakan wisuda pada 2017 ini, total ada 133 orang wisudawan dengan rincian, 26 wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) Yaitu, 4 wisudawan dari program studi ilmu administrasi Negara, 19 wisudawan dari prodi ekonomi pembangunan, 2 wisudawan dari prodi administrasi niaga dan 1 wisudawan dari prodi ilmu komunikasi. Sedangkan dari Fakultas Teknik (FT) sejumlah ada 83 wisudawan. Yaitu, prodi teknik mesin 15 wisudawan, prodi teknik informatika 22 wisudawan, prodi sistem komputer 28 wisudawan, prodi teknik elektro 14 wisudawan dan prodi teknik sipil 4 wisudawan. Sedangkan, dari Fakultas Agama Islam (FAI) ada 24 wisudawan dari prodi pendidikan agama Islam (PAI). (Spn)