PULUHAN TOKOH LINTAS ELEMEN BAHAS PENTING TIDAKNYA KEBERLANJUTAN SUKSESI KEPEMIMPINAN NASIONAL

MENARANEWS.COM (Semarang) – Focus Group Discussion (FGD) terkait pembahasan tentang suksesi kepemimpinan nasional serta bagaimana sosok pemimpin yang ideal pada kontestasi Pilpres 2024, diselenggarakan oleh puluhan tokoh lintas elemen yang tergabung dalam Aliansi Bela Garuda (ABG) di Hotel UTC Semarang, Senin (31/10/2022).

Dengan tema “Urgensi Keberlanjutan Program Pembangunan Kepemimpinan Nasional di Provinsi Jawa Tengah”, FGD tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni Dr. Muhammad Adnan (Dosen FISIP Undip), H. Arnaz Agung Andrarasmara (Ketua Kadin Kota Semarang), Dr. K.H M. In’amuzzahidin Masyhudi (Pengasuh PP Salaf Nurul Hidayah Semarang), dengan masing – masing merepresentasikan keberagaman sudut pandang mengenai tema kegiatan.

Dibuka dengan Adnan, yang mana Ia menyampaikan hak masyarakat dalam tahun politik 2024.

“2024 merupakan tahun politik dimana hanya masyarakat Indonesia yang memilki hak untuk menentukan apakah program pembangunan nasional yang selama ini dijalankan oleh kepemimpinan Presiden Joko Widodo dapat berlanjut atau tidak,” ucapnya.

Peserta FGD dari aksi bela Garuda

Sementara Arnaz Agung, dalam materinya menyatakan indikator keberlanjutan pemimpin.

“Suatu kepemimpinan dapat berlanjut yaitu terdapat konsistensi leadership yang bersifat parenting dan inovasi serta kreatifitas dari sosok seorang pemimpin yang akan menjadi suksesor nantinya,” tegasnya.

Sedangkan KH. In’amuzzahidin, dalam paparannha menyampaikan bahwa pemimpin harus selalu mengutamakan amar ma’ruf nahi munkar

"Pemimpin harus dapat menciptakan kerukunan beragama serta lebih mengapresiasi kontribusi ulama-umara dalam mengkondisikan lingkungan yang lebih sejuk bagi seluruh umat beragama," tegasnya.

Dalam diskusi tersebut para peserta menyepakati bahwa tahun 2024 merupakan tahun politik dengan tensi yang tinggi. Terlebih lagi ABG sepakat bahwa pondasi program pembangunan nasional yang selama ini ditanamkan Presiden Joko Widodo membutuhkan sesosok pemimpin yang mampu melanjutkan tongkat estafet yang memiliki ruh yang sama dengannya.

Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa peran serta masyarakat untuk menciptakan sebuah suksesi kepemimpinan nasional sangat krusial, karena hak untuk menentukan dan memastikan keberlanjutan pembangunan tersebut berada di tangan masyarakat Indonesia. (Nungki)