CAPAI HERD IMMUNITY, BIDAN INI PUNYA CARA SENDIRI AGAR WARGA MINAT VAKSIN

MENARANEWS.COM (Demak) – Target vaksinasi booster yang rendah di Kab Demak, yakni masih di bawah 40% membuat tenaga kesehatan (Nakes) melakukan berbagai cara agar masyarakat tertarik untuk melakukan vaksin agar tercipta Herd Immunity di Kab Demak.

Adalah Bidan Sri Pujiastuti, yang secara masiv melakukan sosialisasi di wilayah tempat Ia bekerja dengan mengganti istilah vaksinasi dengan imunisasi.

“Selama sosialisasi kepada masyarakat, saya tidak pake istilah vaksin atau vaksinasi atau booster , karena mereka masyarakat di desa tidak familiar dengan vaksinasi, malah wedi (takut -red). Maka saya ganti dengan imunisasi dewasa,” terang Bidan Sri, disela Ia menjalankan tugas di gerai Vaksinasi Binda Jateng.

Hal itu efektif, lanjutnya yakin. Ia berharap agar pemerintah juga memberikan sosialisasi terkait vaksin dengan cara sesuai dengan kearifan lokal agar dapat diterima.

"Jadi kalo masyarakatnya adalah masyarakat desa yang ga pernah kemana - mana ya jangan dibilang ini untuk persyaratan perjalanan. Ora ngaruh. Sistemnya harus beda satu tempat dengan tempat lain sesuai lokalitas daerah tersebut," ucapnya.

Poswil BIN Demak, Iswahyudi, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Bidan Sri. Ia juga mengakui bahwa cara – cara unik harus dilakukan karena masyarakat sendiri kadang memiliki cara unik untuk mengelak vaksinasi.

“Banyak didapati penolakan – penolakan unik atau bahkan ekstrim selama kami menyelenggarakan vaksin. Ada yang sebenarnya sehat – sehat saja terus pura-pura demam saat kami melakukan door to door dan sebagainya. Maka dengan cara Bidan Sri yang mengganti istilah, maka membuat masyarakat lebih familiar dan datang ke Gerai Binda Jateng untuk vaksinasi,” terangnya.

Selain cara sosialisasi yang unik, Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya juga memberikan hadiah sembako untuk yang melakukan vaksinasi di Gerai Vaksinasi Binda Jateng.

Mewakili Kabinda Jateng, pihaknya juga menyampaikan bahwa saat ini juga didirikan Gerai Vaksinasi Binda Jateng di 34 Kab / Kota di Jawa Tengah.

“Kami menyiapkan 10.000 dosis vaksin per titik untuk masyarakat,”(NSN)