LDII Bali Bagikan 10 ribu Daging Kurban Tanpa Kantong Plastik

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Memaknai perayaan Hari Raya Idul Adha, memotong hewan kurban merupakan suatu tradisi yang selalu dijalankan oleh seluruh umat Muslim, untuk kemudian dagingnya dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Masyarakat di Bali, salah satunya melalui Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bali, turut menjalankan tradisi potong kurban di Kantor DPW LDII Bali yang berlokasi di Padangsambian, Denpasar, Minggu (11/8/2019).

Ratusan umat bahu membahu secara bergotong royong memotong sapi dan kambing. Setelah dipotong mereka memotong dagingnya secara bersama-sama pula. Di lokasi beberapa pecalang juga tampak ikut membantu.

Berbeda dengan pelaksanaan kurban di tahun sebelumnya, tahun ini LDII Bali, dalam mengemas pembagian daging kurban menggunakan besek bambu bertalikan janur pohon kelapa.

Wakil Ketua LDII Bali, H. Hardilan, S.H mengungkapkan bahwa penggunaan besek bambu pada pembagian kurban tahun ini merupakan instruksi langsung dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat.

Wakil Ketua LDII Bali, H. Hardilan mengatakan tahun ini LDII Bali menyiapkan 10 ribu besek bambu sebagai wadah untuk membagikan daging kurban di seluruh Bali, tidak lagi menggunakan kantong plastik.

“Dengan 10 ribu besek ini kami secara tidak langsung ikut membantu perekonomian Bali, utamanya perajin besek bambu,” ungkapnya.

Khusus untuk di Denpasar pihaknya mendapat besek bambu dari supplier yang ada di wilayah Denpasar. Selain itu, penggunaan besek untuk pengganti kantong plastik ini merupakan wujud dukungan mereka dalam pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Untuk tahun ini LDII Bali menyembelih sebanyak 112 sapi dan 325 kambing. Menurutnya ada banyak peningkatan kurban dimana untuk kambing mencapai 50 persen dan sapi 20 persen dari tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini terjadi dikarenakan mereka memahami hikmah kurban itu sendiri. Yang tadinya berqurban satu berdua kini satu sendiri,” terangnya.

Daging kurban tersebut akan disalurkan ke tujuh kabupaten/kota di Bali yakni Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Gianyar, Karangasem, Buleleng, dan Jembrana.

“Untuk Kabupaten Bangli dan Klungkung karena belum ada panitianya disana maka pembagiannya akan dititipkan melalui panitia Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Karangasem,” jelasnya.

Pembagiannya juga lintas agama tak hanya untuk umat muslim saja.

“lintas agama, karena jaman dulu Tuhan ngasi wahyu kan tidak mengenal kelompok, ormas, partai, tapi kita satu, manusia. Semua lingkungan sekitar kami kasih,” ujarnya.

Satu besek daging kurban berisi 1 sampai 2 kg daging baik kambing maupun sapi.

Sebagai suatu bentuk toleransi, LDII Bali melakukan pembagian dengan menyesuaikan siapa penerima daging kurban tersebut, seperti umat hindu yang umumnya tidak mengkonsumsi daging sapi.

“Kalau kami ngasi Pak Dewa, Pak Agung, pasti daging kambing,” pungkasnya. (DI)

 

Editor: N. Arditya