BPBD Bali Punya Sertifikasi Perhotelan, BPBD DIY Sudah Punya PERDA Manajemen PB

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP. M.Si didampingi Kasi Pengendalian Operasi UPTD Pengendalian Bencana Daerah, Gede Adhi Tiana Putra, ST., MAP menerima kunjungan dari BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta, di ruang rapat Tanggap Pusdalops Pengendalian Bencana (PB), Denpasar, Rabu (28/8/2019).

Dalam kunjungannya ini BPBD DIY dipimpin Lilik Andi Aryanto, SIP., MM selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY bersama staf, bermaksud untuk melaksanakan studi komparasi dalam rangka meningkatkan kinerja BPBD DIY, Khususnya Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan tentang program dan kegiatan sertifikasi kesiapsiagaan bencana pada hotel.

Secara umum Kalaksa BPBD Bali menjelaskan mengenai kegiatan sertifikasi kesiapsiagaan bencana kepada dunia usaha khususnya industri pariwisata dalam hal ini hotel di Bali yang sudah berlangsung dari tahun 2014. Lebih mendetail Gede Adhi menjelaskan mengenai sertifikasi mulai dari landasan hukum, standar penilaian, tim penilai, prosedur penilaian hingga manfaat yang dihasilkan dalam kegiatan ini bagi dunia usaha.

Harapannya kedepan program kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan bukan hanya di Bali saja, tetapi di seluruh Indonesia sehingga setiap pelaku usaha khususnya hotel-hotel memiliki SOP mengenai kebencanaan dan mampu menerapkannya jika terjadi suatu bencana.

Program sertifikasi perhotelan merupakan salah satu unggulan yang dimiliki oleh BPBD Bali yang belum ada di daerah lain, mengingat Bali sebagai destinasi utama pariwisata nusantara bahkan internasional.

Lembaga Pusat (BNPB) mengapresiasi BPBD Bali, bahkan dalam forum resmi Letjen Doni Monardo Kepala BNPB secara khusus memberi arahan kepada BPBD seluruh Indonesia, “tiru Bali jika ingin melihat sinergitas BPBD dengan dunia usaha, ada sertifikasi bagi hotel dan baru Provinsi Bali satu-satunya menetapkan hari simulasi bencana tiap tanggal 26, ini patut dijadikan contoh,” tegas sang jenderal bintang tiga yang pernah bertugas di Bali.

Sebaliknya, dalam dialog singkat itu, muncul beberapa catatan penting yang justru sudah sangat bagus dan dimiliki oleh BPBD DIY yaitu salah satunya Jogja sudah punya Perda tentang Manajemen Penanggulangan Bencana (PB) sejak tahun 2010 silam.

“Kita di Bali memang belum punya, semoga dalam waktu tidak terlalu lama Bali akan mengikuti Jogja,” harap Made Rentin.

Memang belum banyak daerah yang memiliki perda tentang manajemen PB, di Provinsi Bali saja baru Kabupaten Badung yang menetapkan.

“Kami sudah lama menpersiapkan kajian terkait hal itu, semoga segera terwujud,” pungkas Rentin sambil menyalami Kabid PK DIY yang kebetulan adalah seniornya sesama alumni STPDN Jatinangor.(DI)

 

Editor: N. Arditya