Investor Saham Bali Terus Bertumbuh

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bali, I Gusti Agus Andiyasa, menyampaikan bahwa di Bali, investor saham meningkat dengan peminat yang telah mencapai 18 ribu lebih investor.

“Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya dalam Workshop BEI Bali bersama Wartawan, Kamis(4/7/2019).

Dilanjutkan,peminat datang dari kalangan muda, mahasiswa sangat luar biasa juga saat ini. Tingginya minat mahasiswa berinvestasi di saham, karena efek dari telah dilakukan literasi ke kampus-kampus. Sehingga, mahasiswa tidak hanya mengenal lebih detail tentang saham, juga bisa langsung mengetahui prakteknya.

“Sekarang bermodal Rp100.000 sudah bisa memiliki saham,” ucapnya.

Disampaikan, sebelumnya perusahaan memilih go public jika ingin besar. Akan tetapi, saat ini cendrung go public terlebih dulu agar bisa besar.

“Dengan ‘go public’ akan ada suntikan modal untuk pengembangan usaha,” ujarnya.

Bali saat ini memiliki lima perusahaan yang telah melantai di bursa saham seperti, PT Bukit Uluwatu Villa, PT Bali Towerindo Sentra, PT Island Concepts Indonesia dan PT Nusantara Properti Internasional serta Bali United. Umumnya perusahaan telah melantai bergerak di bidang usaha properti, hotel dan komunikasi. Sedangkan empat perusahaan loka telah siap-siap melantai bergerak di bidang, retail, kesehatan, perikanan maupun properti.
Sembari Dia menambahkan,perusahaan tercatat di bursa cukup banyak sebesar 635. Rata-rata sehari terjadi transaksi sekitar Rp10 triliun. Dan saat ini telah ada 57 perusahaan baru listing di bursa saham. Jadi pertumbuhan investasi saham di Indonesia sangat besar. Bahkan, Pasar Modal Indonesia merupakan ‘return’ tertinggi di dunia dalam 10 tahun terakhir.

“Dari 635 perusahaan tercatat di bursa. 51,95% saham milik investor asing,” pungkasnya.(DI)

 

 

Editor : N. Arditya