Swastika Bali, Sadarkan Bali untuk Memilih DPD Bali yang Mengerti Bali

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Swastika Bali, organisasi masyarakat yang terdiri dari kumpulan intelektual alumni Perguruan Tinggi Surabaya bersama beberapa ormas Bali dan ormas Krama Tamiu seperti GP Ansor Bali, Patriot Garuda Nusantara, Nuswantara, Pejuang Islam Nusantara Bali, NU Bali menggelar jumpa pers tentang penyadaran kebangsaan di Warung Penggak Men Mersi, Denpasar, Selasa (9/3/2019).

Perkumpulan tersebut dimaksudkan untuk menyepakati bahwa Perwakilan DPD Bali harus dan wajib dipilih dari Krama Bali. Selain itu, jumpa pers tersebut ditujukan untuk memberikan edukasi politik kepada masyarakat Bali, baik itu krama adat dan krama tamiu, untuk punya tanggung jawab terhadap ke ajegan Bali.

Ketua Swastika Bali, Drs. I Wayan Bagiarta Negara Apt., M.M mengatakan pihaknya sebagai komponen krama adat Bali, melihat ada yang keliru dalam pemaknaan DPD oleh krama tamiu atau tamiu yang kebetulan ber-KTP di Bali, dengan keikut sertaan dari seorang non krama adat sebagai kandidat DPD Dapil Bali.

Walaupun secara UU dan ketentuan sah yang berlaku terbukti tidak melanggar, tapi secara spesifik, DPD yang merupakan perwakilan suatu daerah, yang tentunya seyogyanya adalah orang-orang yang memahami dan ikut terlibat aktif di daerah tersebut sebagai bagian masyarakat yang tetap menjalankan kekhususan suatu daerah, sehingga secara NKRI kebinekaan ini akan tetap terjaga keajegannya.

Dalam acara tersebut juga mengklarifikasi kepada masyarakat Bali bahwa Haji Bambang yang ikut aktif dalam penanganan korban bom Bali tidak mencalonkan diri sebagai kandidat DPD dapil Bali untuk periode 2019–2024. (DI)

 

Editor: N.Arditya