Perbaiki Sistem Demokrasi, Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Udayana Gelar Debat Kandidat

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Ditengah hiruk pikuk menjelang Pesta Demokrasi Rakyat 2019, berbagai macam isu yang mengganggu pelaksanaanya pun turut bermunculan. Mulai dari isu persiapan dan pengamanan logistik, masalah jumlah Daftar Pemilih Terdaftar (DPT) hingga isu banyaknya pemilih golongan putih (Golput) dalam Pemilu 2019.

Ajakan untuk absen memilih pada Pilpres 2019 pun mulai marak diungkapkan warganet di sosial media. Dan tidak dipungkiri lagi bahwa pemilih golput tersebut kebanyakan berasal dari kaum mahasiswa yang cenderung apatis, pemilih muda yang notabenenya adalah agen perubahan yang nantinya diharapkan dapat memperbaiki sistem yang bisa dikatakan belum baik hari ini.

Melihat maraknya potensi Golput tersebut, Badan Presidium Mahasiswa (BPM) Fakultas Peternakan mencoba membuat gambaran kecil pesta demokrasi dengan berinisiatif untuk membentuk sebuah badan yang khusus untuk mengurusi demokrasi di Fakultas Peternakan. Badan tersebut bernama Komisi Pemilu Raya Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (KPRM-KM) Fakultas Peternakan.

Untuk pertama kalinya, KPRM-KM Fakultas Peternakan menyelenggarakan Pemilu Raya yang untuk pertama kalinya berisikan Debat Kandidat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan. Debat Kandidat ini bertujuan untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengetahui profil, gagasan dan strategi calon pemimpin yang nantinya mereka akan pilih.

Acara tersebut diselenggarakan di Gedung Agrokompleks Lt.IV Ruang Nusantara, Kampus Sudirman dengan 2 Pasangan Calon yakni, Nomor Urut 1, I Komang Adi Wiguna sebagai Calon Gubernur BEM dan I Made Krishna Bhuana sebagai Calon Wakil Gubernur BEM dan Nomor Urut 2 yakni, I Ketut Pramana Yoga sebagai Calon Gubernur dan I Gede Sulastrawan sebagai Calon Wakil Gubernur, Senin (18/2/2019).

Ketua KPRM-KM, Gandi Jayantara mengatakan bahwa debat ini dilaksanakan untuk memberikan kesempatan bagi seluruh Civitas Akademika Fakultas Peternakan untuk meyakinkan diri, siapa yang nantinya akan dipilih nanti sebagai pemimpin.

“Dalam Pemilu Raya kali ini juga ada inovasi yang kami lakukan, yakni dari sistem pemilihan nanti yang akan menggunakan E-Votting. Diharapkan, inovasi ini dapat menekan angka Golput di kalangan pemilih yang di tahun-tahun sebelumnya dapat mencapai 80%,” tambahnya.

“Pelaksanaan Debat Kandidat ini merupakan terobosan yang positif bagi kemajuan demokrasi di kalangan mahasiswa khususnya di Fakultas Peternakan. Diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan momentum ini dengan maksimal dan hal serupa juga harus dilakukan oleh Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur BEM yang harus menyediakan gagasan dan strategi yang dapat menagkomodir seluruh kebutuhan Keluarga Mahasiswa di Fakultas Peternakan.” tegas Wakil Dekan III Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Dr. Ir. I Nyoman Tirta Ariana, MS dalam kesempatan yang sama. (DA)

Editor: N. Arditya.