Gelar Konferensi Pers, Forum Komunikasi Konservasi Indonesia (FKKI) Dukung Pelaksanaan Our Ocean Conference (OOC) 2018

MENARAnews.com (Denpasar), Bali – Dua hari menjelang pelaksanaan Our Ocean Conference (OCC) 2018 yang akan di gelar di Nusa Dua, Bali, Society Ind on Environment Journalist (SIEJ) dan Conservation Indonesia (CI) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Konservasi Indonesia (FKKI) ungkap harapan dalam berkolaborasi dengan instansi pemerintah untuk menjaga komitmen di bidang konservasi kelautan. Hal tersebut terlihat saat pagelaran konferensi pers oleh beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), di Kantor Kompas Biro Bali, Jalan Jayagiri, Denpasar, Sabtu (27/10/2018).

Dalam konferensi persnya Manager CI Jakarta, I Gusti Gede Adi menyampaikan dukungan atas inisiatif dan keberanian pemerintah menjadi tuan rumah event berskala internasional tersebut. “Bahwa kami CI dan LSM/NGO lainnya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Konservasi Indonesia (FKKI) menjadi bagian panitia OOC bersama Pemerintah Indonesia. Dalam momentum ini kami akan memaksimalkan peran CI dalam conservation international dan akan mengajak nantinya 15 wartawan untuk dalam rangka Beasiswa Peliputan OOC terkait kelautan di Candidasa, Kabupaten Karangasem”, sebutnya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan ini CI akan terus berkomitmen di terkait adanya perubahan iklim. “Kami sampaikan komitmen terkait perubahan iklim yang ada di Indonesia dan besaran dana yang kami gunakan untuk itu termasuk program Blended Financing dalam rangka konservasi laut di Indonesia”, tegasnya.

Sementara itu, mengenai progres sektor kelatuan di Provinsi Bali, Ridge To Reef and GIS Coordinator CI Bali, Hanggar Prasetio menjelaskan bahwa hal tersebut terus mengalami peningkatan seiring dengan langkah konservsi yang masif selama ini. “Pemerintah dan masyarakat Bali saat ini mengalami progress yang positif dalam memperhatikan kondisi lingkungan untuk membuat kawasan konservasi perairan seperti cara menangkap ikan yang baik, bank ikan dan menjaga wilayah laut lebih baik melalui diversifikasi perikanan atau teknik-teknik lain dalam budidaya ikan untuk meningkatkan jumlah ikan dan peningkatan kawasan hijau seperti di Tejakula, Buleleng, Jembrana, Karangasem, maupun Klungkung, serta adanya aturan adat seperti perarem untuk menjaga wilayah laut dan Perda Bendega untuk wilayah nelayan”, ungkapnya.

Mengenai harapan kedepannya, ia menekankan bahwa adanya kolaborasi antara NGO dengan instansi Pemerintah dalam menjaga potensi kelautan dan menyelesaikan masalah kelautan. “Terdapat sepuluh goals yang kami prioritaskan diantaranya perairan bersih, perlindungan pesisir, penyimpanan karbon, perikanan rakyat atau nelayan kecil, perikanan tangkap besar budidaya, ekonomi dan mata pencaharian, kepekaan ruang, biodiversity, dan natural product non konsumsi”, jelasnya.

Sedangkan mengenai keanggotaan FKKI, pihak The Nature Conservancy (TNC) Bali, Jaka menyampaikan terdapat sepuluh LSM/NGO yang telah bergabung dan akan berkolaborasi bersama untuk menstreaming terkait konservasi laut dalam OOC dan nantinya terdapat 8 sesi Ocean Talks. (NN)

Editor: N. Arditya