Pasca Tsunami, KEK Tanjung Lesung Tingkatkan Mitigasi Vegetasi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, kini mulai meningkatkan mitigasi berupa vegetasi tanaman disekitar wilayah pantai. Pengelola, akan memperbanyak tanaman jenis Butuh, Ketapang, Kelapa, dan Beringin.

 

General Manager Tanjung Lesung Resort, Widiasmanto menuturkan, pemilihan penanaman pohon-pohon itu, karena berkaca pada bencana tsunami Selat Sunda yang melanda pesisir Kabupaten Pandeglang akhir tahun lalu. Keberadaan pohon itu dianggap dapat menahan terjangan ombak.

“Mitigasi vegetasi tengah kami persiapkan dengan menanam pohon yang kuat menahan ombak seperti Butun, Kepatang, Kelapa, dan Beringin. Mengingat saat bencana lalu, pohon-pohon itu tetap kokoh sehingga pohon-pohin itu akan kami perbanyak,” jelas Widi, Jumat (15/11/2019).

“Memang bencana alam harus diimbangi dengan alam pula. Soalnya kalau bangunan buatan manusia relatif tidak kuat,” sambungnya.

Bukan cuma itu, penanganan mitigasi bencana juga terus dilakukan oleh pihak pengelola. Selain kini sudah terpasang tiga alat pendeteksi tsunami, dibeberapa zona tertentu juga akan dibangun tanggul pemecah ombak.

“Hal itu salah satunya bertujuan untuk pengamanan sepada pantai supaya tidak abrasi. Sekaligus mengantisipasi tergerusnya tanah pantai,” imbuhnya.

Widi menjelaskan, beberapa waktu pasca peristiwa memilukan itu, pihaknya langsung melakukan pembenahan. Mengingat KEK Tanjung Lesung merupakan satu diantara kawasan pariwisata unggulan di Pandeglang. Selain memperbaiki beberapa sarana dan pra sarana yang sempat hancur, pihaknya juga menyiapkan SDM yang tanggap bencana.

“Kesiapan dan kewaspadaan dari SDM internal sudah dipersiapkan. Artinya, kami selaku pekerja juga sudah paham jalur-jalur evakuasi ketika bencana sehingga bagaimana saat penanganan tidak panik. Memang waktu itu sudah bekerjasama dengan BMKG,” jelasnya.

Kini Widi memastikan, Tanjung Lesung sudah lebih siap apabila bencana kembali melanda. Dengan begitu, Widi berharap wisatawan bisa kembali lagi menunjuk Tanjung Lesung sebagai destinasi utama dalam menghabiskan masa liburan.

“Tapi kita berharap tidak ada lagi bencana. Semoga itu yang terakhir, lah,” harapnya. (IN)