Diguncang Gempa, Pura Agung Loka Natha, Bali Alami Kerusakan

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Gempa sebesar 6 magnitudo yang mengguncang Bali, menyebabkan Padmasana atau tempat persembahyangan umat Hindu di Pura Loka Natha Lumintang, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, mengalami kerusakan di pucuk atau puncak bangunannya. Dan menyisakan beberapa runtuhan ataupun pecahan bata di area belakang padmasana tersebut.

Selepas gempa mereda, pihak Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Denpasar segera turun ke lapangan dan melakukan pengecekan kerusakan di Pura tersebut, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, Selasa (16/7/2019).

“Tercatat total 8 kali guncangan gempa terhitung dari pukul 07.58 wita, dimana gempa utama diketahui sebesar 6 Magnitudo, bersumber di Nusa Dua, Badung Selatan, dengan kedalaman mencapai 104 km dan merupakan gempa menengah. Kemudian diikuti 7 gempa susulan dengan magnitudo yang semakin menurun,” jelas Ikhsan, selaku Kepala Stasiun Geofisika Kelas II – Sanglah, Denpasar

Ditambahkan, gempa tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami, namun cukup untuk membuat beberapa kerusakan bangunan. Sejauh ini wilayah terdampak gempa lebih didominasi di sekitar Daerah Badung, sedangkan untuk di Denpasar, hanya Pura Loka Natha saja yang diketahui mengalami kerusakan.

“Dihimbau kepada masyarakat agar tetap tenang jangan panik, tetap mengupdate informasi pasti melalui BMKG dan BPBD, karena di situasi seperti ini biasanya banyak informasi simpang siur yang beredar. Situasi seperti ini adalah situasi yang tidak dapat diprediksi, pihak BMKG dan BPBD berupaya mencatat dan menganalisa, untuk kemudian diinformasikan kepada masyarakat,” simpulnya.

Dikesempatan yang sama, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara yang turut hadir meninjau lokasi, mengatakan, dirinya ditugaskan dari Walikota untuk mengecek ke lokasi (Pura Loka Natha red) selanjutnya akan meminta petunjuk kepada pedanda karena yang mengalami kerusakan merupakan tempat suci.

Pihaknya telah menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk membersihkan puing-puing. Kemudian langkah selanjutnya akan dilakukan pelaporan hasil tinjauan dan berharap segera bisa dibangun kembali dan bisa berfungsi kembali.

“Sore akan ada pembersihan niskala, berupa guru piduka atau melakukan prayascita atau upakara pembersihan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, hasil pantauan tersebut akan dilaporkan kepada Walikota dan Wakil Walikota untuk kemudian dibicarakan terkait pengajuan penggantian ganti ruginya kepada DPRD.

“Memang sejauh ini yang terlihat kerusakannya hanya di pucuk puranya, namun perlu diatensi juga tendesi dari kekuatan bangunan pura ini,” ungkapnya.

Sementara Jero Mangku Ketut Tarsana mengatakan, saat gempa dirinya sedang memimpin upacara persembahyangan pagi, persiapan rangkaian upacara purnama nanti sore.

“Syukur tidak menimpa orang yang sembahyang, karena runtuhan tersebut jatuh ke belakang,” ucapnya. (DI)

 

 

Editor : N. Arditya