Protes Doa Bersama untuk Negeri di Bali, Massa Diminta Bubar oleh Polisi

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Doa bersama dan donasi untuk umat Islam Uighur di China yang digelar di dalam hotel Hotel Princess Keisha, Denpasar, Bali, Rabu (25/12/2019), mendapat pertentangan dari Patriot Garda Nusantara (PGN).

Doa bersama yang digelar Gerakan Sholat Subuh Berjama’ah dan Relawan Baitul Maqdis Chapter Bali bersama lembaga-lembaga Islam seperti ACT, ICMI, DSM, Me-Dan dan juga lainnya ini pun diwarnai aksi dan orasi massa PGN.

Sekitar 40 orang datang datang dan berorasi untuk menolok adanya kegiatan doa bersama untuk negeri di Hotel Princess Keisha, Teuku Umar Barat, Denpasar, sekitar pukul 11.45 WITA.

Koordinator Lapangan (Korlap) PGN, Gus Yadi dalam orasinya meminta kepada pihak kepolisian mengambil alih atau membubarkan acara tersebut.

“Saya mohon kepada kepolisian bisa mengambil alih keinginan kami sebagai anak bangsa untuk tidak mendatangkan lagi massa dari kelompok 212,” ujarnya.

“Pancasila tidak boleh diganggu oleh ideologi manapun. Saya sebagai panglima PGN telah mempersembahkan segenap jiwa dan raga untuk Bangsa Indonesia,” tegas Gus Yadi.

Saat orasi, Gus Yadi menyebut akan menghentikan doa bersama ini.

“Kami mohon agar tidak ada kegiatan semacam ini di Bali, kami datang bukan karena kami bodoh tapi tergerak karena kami mencintai bangsa kami,” tambahnya.

“Uighur sudah selesai dan jangan dibahas di sini lagi. Bangsa kita sudah tenang, jangan membikin aksi di sini, kami datang ke sini karena reaksi,” tutupnya.

Di tempat sama, Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra tampak tegas menghadapi aksi yang dilakukan massa PGN.

Ia pun menyampaikan, agar PGN segera membubarkan diri, mengingat hari ini merupakan hari libur nasional dan masih dalam perayaan Hari Raya Natal 2019.

“Hari ini adalah hari Natal dan merupakan libur nasional. Penyampaian pendapat umum tidak boleh di hari libur nasional. Dalam penyampaian pendapat di depan umum tidak boleh melanggar HAM, moral umum, ketertiban. Tidak boleh menyuarakan distengrasi bangsa,” ujar Kompol Gatra.

“Kami TNI Polri siap mengamankan dan kami bertanggungjawab atas keamanan nasional. Kami tau Gus Yadi dan teman-teman adalah orang terdidik,” lanjutnya.

“Tapi ini hari suci, tolong jangan berbuat yang melanggar aturan,” tambahnya.

Massa pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Sementara itu, pihak pemantau acara, Ustaz Ahmad Baraas yang merupakan Direktur LBH Paham Cabang Bali menjelaskan, acara berlangsung tanpa halangan meski sempat ada penolakan dari massa PGN Bali.

“Ini murni doa bersama untuk negeri. Juga, ada penggalangan dana. Hingga sore hari terkumpul dana sekitar Rp 100 juta,” tuturnya.

Pada acara yang diselenggarakan oleh Relawan Baitul Maqdis (RBM) Bali itu dihadiri sekitar 1.000 orang dari undangan yang disebar sebanyak 800 peserta. (DI)

Editor: N. Arditya