Waspada Uang Palsu, Warga Diimbau Tukar Uang Ditempat Resmi

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu (upal) selama Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2017 perlu dilakukan masyarakat. Terlebih kebutuhan masyarakat yang ingin menukarkan uang rupiah pecahan kecil untuk kebutuhan Lebaran. Bila tidak cermat dan waspada akan beresiko menjadi korban dari peredaran upal tersebut.

“Harus selalu waspada.Kita berkaca dari saban tahunnya, dimana peredaran upal selalu menghantui warga.Bahkan tidak sedikit yang menjadi korban,ketika menukarkan uang,” ungkap  Sekretaris Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Alfian Batnakanti, Senin (19/6).

Alfian yang merupakan politisi Gerindra Kota Palangka Raya itu menyarankan, sebaiknya masyarakat datang ke tempat penukaran uang secara resmi yang telah disediakan terutama oleh pihak perbankan. Hal itu demi terhindar dari uang rupiah palsu.

“Kebanyakan yang menjadi korban peredaran upal, adalah mereka yang menukarkan uang ditempat yang tidak resmi.Sebut saja perantara atau calo,” bebernya.

Peredaran uang pecahan yang dilakukan di luar lembaga resmi atau perbankan, rentan disisipi uang palsu.

“Ketika memanfaatkan jasa perantara atau calo, bisa saja dari pecahan uang yang diperlukan banyak disisipi upal. Terlebih kita tidak melakukan pengecekan, seperti meraba atau menerawang pecahan uang. Ini sering terjadi.Namun masyarakat enggan melaporkan,” tandasnya.

Sebab itulah kata dia, untuk memenuhi kebutuhan akan uang rupiah pecahan, sepatutnya harus melakukan penukaran uang secara langsung di tempat resmi.

“Kan sudah jelas, bila penukaran uang ditempat resmi, tidak dikenai biaya tambahan. Kalau menukar pecahan rupiah dengan calo, sudah pasti dikenai pemotongan biaya,” tandasnya.

Sementara, dari sisi keamanan dan kenyamanan penukaran uang kartal akan lebih terjamin keamanannya di banding lewat perantara atau calo.

“Bank Indonesia melalui unit-unit perbankannya telah siap melayani kebutuhan  masyarakat akan uang tunai. Apalagi perbankan adalah wadah sistem pembayaran yang andal.Jadi kita imbau masyarakat harus memanfaatkan keberadaan lembaga keuangan itu ketika melakukan hal- hal yang berkenaan dengan keuangan,” pungkas Alfian.(AF)

Editor: Hidayat

Berita Terkait More News