Portal Berita Online Indonesia

Wali Murid ‘Kelas Siluman’ Akui Ada ‘Sumbangan’ Uang Ke Sekolah

MENARAnews, Medan (Sumut) — Wali murid yag masuk lewat jalur ilegal ke SMA Negeri 2 Medan mengakui ada sumbangan yang diduga dikutip oleh pihak sekolah.

Sumbangan tersebut jumlahnya beragam. Mulai dari Rp3-5 juta per siswa. Dalihnya, uang itu aalah sumbangan komite sekolah.

“Setelah masuk, anak kami diberikan kertas untuk memberi sumbangan. Sumbangan uang sekolah. Uang komite. Jumlahnya Rp3 juta. Bisa dicicil itu,” kata Dewi Murti, salah seorang wali murid SMA N 2 Medan, Usai pertemuan dengan Dinas Pendidikan Sumatera Utara yang berakhir ricuh, Senin (11/9/2017).

Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru di Medan mulai menjadi sorotan semenjak Ombudsman RI Perwakilan Sumut mendapat temuan ada murid yang masuk melalui jalur PPDB Online. Dinas pendidikan Sumut telah mengeluarkan solusi agar para siswa itu dipindahkan ke sekolah swasta. Namun para wali murid menolaknya.

“Kami menolak solusi itu. Kami berharap anak kami bisa tetap sekolah di situ. Sekolah itu dekat dari rumah,” kata Dewi

Sementara itu, wali murid lainnya Lisda Sitorus menolak pemindahan anaknya karena alasan biaya yang mahal. Padahal, jika anaknya tetap bersekolah di negeri, maka terancam tidak memiliki Nomor Induk Siswa dan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional.

“Semua kan ada solusinya. Kami minta pemerintah supaya anak-anak ini tetap bisa sekolah,” harapnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara sudah mengatakan bahwa para murid yang masuk melalui jalur ilegal akan dipindahkan ke sekolah swasta. (Yug)