Ust Sambo : Aksi 287 Ditunggangi Syiah

Menaranews, Jakarta – Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap Misbahul Anam dan Slamet selaku Ketua Presidium Alumni 212 versi Front Pembela Islam (FPI).

Menurutnya, dalam hasil rapat halal Bihalal GNPF MUI sudah disepakati tidak akan ada aksi 287 di Mahkamah Konstitusi.

“Sekarang saya ajukan mosi tidak percaya dengan KH. Misbahul Anam dan Ustad Slamet Maarif (Ketua PA 212 versi FPI), karena telah jelas jelas dan nyata menggunakan jabatannya selaku wakil ketua GNPF MUI untuk melakukan aksi 287 ke MK, padahal hasil rapat saat HBH GNPF MUI, disepakati tidak ada aksi lagi berdasarkan perintah dari Imam Besar Umat Muslim Indonesia,” kata Sambo melalu pernyataan sikapnya, Kamis (27/7).

Dengan jelas, Presidium Alumni 212 tersebut menjelaskan jika Misbahul Anam dan Slamet Maarif telah mendukung pergerakan syiah di Indonesia.

“KH. Misbahul Anam dan Ustad Slamet Maarif telah nyata mendukung pergerakan Syiah di indonesia dengan menunjuk Daud Poliraja sebagai pengurus PA 212 versi FPI dan sebagai Korlap Aksi 287,” ucapnya.

Selain itu, Dia juga mengatakan bahwa Ketua Presidium Alumni 212 vers FPI tersebut telah menerima dana dari organisasi syah di Indonesia

“KH. Misbahul Anam telah menerima sejumlah dana dari organisasi syiah diindonesia untuk menjalankan aksi 287 untuk mengamankan pergerakan syiah yang terancam dibubarkan oleh pemerintah melalui Perppu No 2 tahun 2017,” ucapnya.

Dalam Rillisnya, Dia juga menghimbau kepada Hizbut Tahrir Indonesia agar tidak ikut dalam aksi 287 di Mahkamah Konstitusi.

“Saya menghimbau kepada saudara kita dari HTI, utk tidak bergabung dalam aksi 287 di istiqlal, karena aksi itu ditumpangi oleh Syiah,” tandasnya. (MR)

Berita Terkait More News