Usai Dilantik Jadi Presiden AS ke-45, Trump Hapus Kebijakan Obamacare

MENARAnews, Washington CD – Warga Amerika Serikat akhirnya secara resmi memiliki presiden baru. Pada Jumat (20/07/2017) waktu setempat, Donald Trump dan Mike Pence akhirnya membacakan sumpahnya di Washington DC sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat ke-45.

Tak lama setelah dilantik, Donald Trump langsung menjalankan fungsi eksekutifnya dengan menandatangani kebijakan penghapusan undang-undang kesehatan yang dibuat pada masa pemerintahan Presiden Obama atau Obamacare.

Kebijakan ini sebenarnya tak begitu mengherankan, pasalnya sejak masa kampanye, Trump telah menegaskan bahwa dirinya akan menghapus semua kebijakan pemerintahan Obama, salah satunya adalah Obamacare.

Menurut keterangan Kepala Staf Gedung Putih, Reince Pribus, penandatanganan perintah eksekutif tersebut bertujuan untuk mengurangi beban ekonomi akibat Undang-Undang Affordable Care tahun 2010.

Pembatalan setiap kebijakan yang pernah dibuat oleh Obama itu juga merupakan prioritas utama dari Partai Republik yang saat ini menguasai senat dan parlemen.

Menurut pandangan Partai Republik, Obamacare ini bertujuan agar setiap warga AS yang tak mendapatkan tunjangan kesehatan dari tempat kerja mereka, dipastikan akan mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang murah. Namun sejak awal, para politisi Partai Republik menganggap bahwa kebijakan ini terlalu dipaksakan dan memakan biaya yang besar.

Selain itu, Obamacare ini juga merupakan kebijakan yang mengarah ke ideologi sosialisme yang banyak diimplementasikan oleh negara-negara Eropa dalam menanggung akses kesehatan warganya.

Namun dalam perkembangannya, Obamacare ini berhasil membuat sekitar 20 juta warga AS mendapatkan akses ke asuransi kesehatan, atau secara statistik berhasil menurunkan angka warga AS yang tak mendapatkan tunjangan kesehata, yaitu dari 16 persen pada tahun 2010 menjadi 8,9 persen pada 2016.

Dalam pandangan Presiden Trump, kebijakan Obamacare ini akan digantikan secara simultan. Namun, menurut beberapa pihak, langkah Presiden Trump ini akan menghadapi tantangan besar karena sistem layanan kesehatan AS yang sangat rumit. (ADF)

Berita Terkait More News