Portal Berita Online Indonesia

Upaya Pencegahan Bahaya Pencemaran Pestisida Di Desa Pasir

MENARAnews, Demak (Jateng) – PT PLN (PERSERO) area Demak memberikan suport secara bertahap terhadap penelitian yang diadakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP Semarang tentang bahaya pestisida terhadap tumbuh kembang anak. “Kami akan terus memberikan dukungan sampai pada penanggulangannya,” kata Manajer PLN area Demak Mudzakir.

Mudzakir menambahkan, penelitian tersebut dilakukan di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak dengan alasan desa tersebut merupakan kawasan pertanian bawang merah, tanaman yang rawan insektisida.

“Satu dari lima program CSR yang diadakan PLN area Demak ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat petani bawang merah kaitannya dengan bahaya pestisida terhadap tumbuh kembang anak agar kekhawatiran terjadinya lost generation bisa segera terjawab”, terang Dosen FKM UNDIP dr. Ari Suwondo saat ditemui usai acara program Bina Lingkungan Bantuan Sarana dan Prasarana serta pengentasan kemiskinan di Balai Desa Bonang Rejo, Kecamatan Bonang Kabupaten Demak kemarin, Selasa (12/9).

“Dalam proses perawatannya, biasanya bawang merah disemprot dengan menggunakan pestisida sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu, “Bawang merah yang disemai dan digantung di dalam rumah pada cuaca panas juga sangat berbahaya karena pestisida yang terdapat pada bawang merah menguap tercampur dengan udara. Apabila udara tersebut terhirup maka akan sangat berbahaya,” imbuhnya.

Dr Ari juga menyampaikan, Penelitian yang saat ini masih berlangsung sedang melakukan tes IQ di SD Negeri Pasir 1 sebanyak 120 anak kelas 4 sampai dengan kelas 6. Hasilnya akan dibandingkan dengan keterpaparan dari ibunya yang diambil sampel darahnya.

“Yang terbukti positif terpapar pestisida, akan mengalami gangguan IQ dan mengalami pertumbuhan yang tidak sesuai umur, HB menurun serta gangguan Syaraf yang bisa menyebabkan kelumpuhan,” jelas Ari.

“Adapun upaya pencegahan yang dilakukan yaitu membuat penyimpanan bawang merah di tempat khusus dan jauh dari pemukiman warga.” (Nap)