Survei SMRC, Mayoritas Masyarakat Indonesia Menolak ISIS dan Setuju Pembubaran HTI

MENARAnews, Jakarta – Adanya kelompok radikal seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan keberadaan organisasi yang mengusung khilafah seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menurut survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mayoritas ditolak keberadaannya di Indonesia. Survei ini dinilai menjadi gambaran bagaimana masyarakat menanggapi isu radikalisme yang mengusung khilafah seperti ISIS dan HTI. Hasil Survei Juga menunjukkan bahwa warga Indonesia memilih setia untuk mempertahankan NKRI.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani dalam paparannya menjelaskan, Kesetiaan itu tercermin dari sejumlah warga (14,5 persen) yang khawatir dengan keberlangsungan NKRI. 89,3 persen dari 14,5 persen tersebut khawatir dan menilai bahwa permasalahan itu adalah masalah besar. Mereka khawatir Indonesia mengalami perang saudara.

“Dari yang mengkawatirkan itu 14,5 persen melihat ancaman terhadap NKRI paling banyak karena faham-faham keagamaan tertentu,” jelasnya dalam presentasenya, di kantor SMRC, Jakarta Pusat, Minggu (04/06).

Selanjutnya, hasil survei menunjukkan bahwa dari 10 orang terdapat satu orang warga Indonesia yang menginginkan NKRI diganti menjadi negara khilafah. Jumlah tersebut cenderung sangat rendah dan dapat disimpulkan bahwa warga Indonesia setuju bahwa NKRI tetap bersandar pada Pancasila dan UUD 1945.

Mujani melanjutkan, mayoritas warga sudah aware dengan ISIS. Tapi sebagian besar belum tahu khilafah sebagai cita-cita perjuangannya. Namun demikian hampir semua warga menentang NKRI diganti khilafah. ISIS dinilai ancaman terhadap NKRI, maka tidak membolehkan ISIS ada di negeri ini, dan ISIS dilarang di Indonesia. Namun pertanyaan selanjutnya adalah

“Bagaimana dengan HTI yang secita-cita dengan ISIS?” jelasnya sambil menanyakan kepada media yang hadir saat itu.

Dari 71,8 persen dari responden tidak mengetahui HTI, dan 28,2 persen mengetahui tentang HTI. Dari yang mengetahui 55,7 persen tidak setuju dengan khilafah yang dibawa oleh HTI, 13,1 persen yang sangat tidak setuju. Sedangkan 9,3 persen sejutu dan 1,5 sangat setuju.

Kemudian yang mengetahui tentang HTI, 75,4 persen juga mengetahui tentang rencana pemerintah membubarkan HTI. Dan dari yang mengetahui mayoritas menyetujui pembubaran terhadap HTI.

Dari hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa HTI tidak sedikenal ISIS, namun mayoritas warga tahu cita-cita perjuangan HTI yakni mendirikan khilafah dan hampir semua warga tidak setuju dengan cita-cita HTI tersebut.

“Yang aware dengan HTI umumnya aware dengan opini pemerintah membubarkan HTI, dan hampir semuanya setuju dengan opini tersebut.” lanjutnya.

Dalam kesimpulannya, Mujani menyampaikan bahwa yang bercita-cita serupa di serupa dengan ISIS di Indonesia adalah Ormas HTI, tapi berbeda dengan ISIS, HTI kurang dikenal dei tingkat massa nasional. Hal yang perlu simpulkan secara keseluruhan ada hampir semua warga Indonesia menolak HTI dan bahkan mendukung opini bagi pelarangan HTI di Indonesia.(Dyt)

Berita Terkait More News