Portal Berita Online Indonesia

Sekda: Tahun 2016, Ada Sekitar 3.000 Kasus Perceraian Usia Muda di Demak

MENARAnews, Demak (Jateng) – Singgih menyampaikan bahwa data di Kabupaten Demak pada tahun 2016 untuk kasus perceraian di usia muda mencapai angka 3.276 kasus, sebanyak 287 kasus kehamilan di luar nikah dengan usia di bawah umur dan sejumlah 280 kasus penderita HIV. “Hal itu disebabkan karena faktor ekonomi dan hubungan keluarga yang tidak harmonis”, tegas Singgih.

Sekda Kabupaten Demak dr. Singgih Setyono, M.Kes menghadiri sarasehan peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan di Gedung Binapraja Kabupaten Demak, Senin (21/8).

Lanjut Singgih, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, satu-satunya cara yaitu dengan pendidikan. “Dengan pendidikan yang baik semua masalah akan bisa terselesaikan dengan baik,” terangnya.

Acara bertema “Perlindungan Perempuan Sebagai Awal Terwujudnya Ketahanan Keluarga” tersebut menghadirkan dua pembicara. Dosen UIN Semarang DR. Moh. Fauzi melihat perlindungan perempuan ditinjau dari segi agama. Ia menyatakan bahwa posisi perempuan masa Islam perempuan setara dengan laki laki. Laki-laki dan perempuan sama-sama punya peluang memperoleh pahala. Hal itu dijelaskan dalam QS. an-Nisa ayat 124: “Siapa saja orang yang beramal kebajikan; baik laki-laki maupun perempuan, dan dia juga beriman maka mereka akan dimasukkan ke syurga dan mereka tidak akan dianiaya dengan dikurangi sedikit pun pahalanya”. Dan QS. an-Nahl ayat 97: “Siapa saja yang beramal kebajikan; baik laki-laki maupun perempuan, dan dia juga beriman maka kami (Allah) akan memberikan padanya kehidupan yang baik dan kami akan membalasnya dengan pahala disebabkan perbuatan baik yang sudah mereka lakukakan.”

Sementara itu narasumber berikutnya, Bibik Nurudduja, S.Ag, M.H., dalam presentasi bertema “Harapan Baru”, Dinsos P2PA Kab. Demak melihat perlindungan perempuan dari sisi hukum dan HAM. Ia menjelaskan bahwa Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan yang selanjutnya disebut PKHP adalah upaya perbaikan kondisi fisik dan mental perempuan dalam pemenuhan hak dan kebutuhan hidupnya sebagai bagian hak asasi manusia dari berbagai bidang pembangunan, terutama pendidikan, kesehatan, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sosial budaya, politik, hukum dan lingkungan hidup.

“Peserta kegiatan tersebut berjumlah 100 orang dari unsur kepala OPD se-Kabupaten Demak, tim penggerak PKK Kabupaten Demak, tim penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Demak, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Muslimat NU, Bhayangkari dan Persit di Kabupaten Demak,” jelas Plt. Kabag Kesra Setda Anang Ruhiyat, AP selaku ketua panitia penyelenggara.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kondisi yang kondusif bagi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan penegakan hak-hak asasi perempuan,” lanjut Anang. (Nap)