Portal Berita Online Indonesia

PLN Area Demak Salurkan Bantuan Masyarakat Senilai Rp 245 Juta

MENARAnews, Demak (Jateng) – Sebagai BUMN yang peduli dengan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, PLN area Demak, kembali mengadakan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk partisipasi dan bentuk kepedulian di lingkungan masyarakat.

Pada acara yang bertajuk “Bantuan Sarana dan Prasarana serta Pengentasan Kemiskinan” ini, PLN memberikan bantuan sejumlah Rp 245 juta yang dibagi dalam lima program.

“Jumlah bantuan mencapai Rp 245 juta yang dibagi untuk 5 program yakni, Rp 25 juta digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana perpustakan dan pengadaan buku untuk yayasan Darul Falah desa Jragung, Rp 40 juta untuk renovasi fasilitas gedung belajar mengajar di TPQ Sulaimaniyyah, Rp 30 juta untuk renovasi kubah Masjid Jami Al Hidayah Desa Tambak Bulusan, serta Rp 100 juta untuk program pengabdian masyarakat PLN Pionir BUMN dalam Gerakan Perlindungan Pada Ibu dan Bayi dari bahaya Pencemaran Pestisida di Pemukiman Petani Dewa Pasir Demak, dan Rp 50 juta juga diberikan dalam bentuk pemberian sembako murah untuk Desa Bonang Rejo,” ungkap Manajer PLN area Demak Mundhakir dalam sambutannya.

Mengenai bantuan kesehatan untuk perlindungan terhadap dampak dari pestisida dianggap PLN merupakan program yang penting dan serius, karena di daerah Demak banyak sekali petani bawang yang belum sadar benar bagaimana dampak pestisida terhadap kesehatan.

“Ini program baru dan PLN adalah pionir untuk program ini,” imbuh Humas PLN Area Demak Mughofir.

Untuk itu PLN menggandeng dr.Ira, Dosen sekaligus peneliti dari Undip Semarang sebagai mitra PLN untuk sosialisasi program tersebut, terlebih untuk memberi anjuran pada ibu hamil dan bayi untuk melakukan pencegahan terhadap bahaya pestisida.

“Banyak para petani bawang yang tidak tahu bahwa saat mereka membawa bawang merah dan menyimpan bawang tersebut di dalam rumah, hal itu membahayakan kesehatan. Pestisida yang terdapat dalam bawang karena penyemprotan rutin kemudian disimpan di rumah, jika dihirup bayi dan ibu hamil akan berbahaya bagi janin. Janin dalam kandungan bisa terkena dampaknya melalui pori-pori kulit atau pada saat dihirup si ibu. Akibatnya akan ada potensi bayi dengan penyakit langka seperti autis atau down sindrom,” kata Ira.

Pencegahan yang dilakukan oleh PLN melalui program CSR dilakukan dengan membuka kesempatan untuk cek darah gratis terlebih untuk ibu hamil dibawah usia tiha bulan.

Selain itu dr. Ira juga memberi himbauan kepada para petani bawang agar menyimpan bawang ditempat yang tepat. “Simpan bawang di rak-rak, di dalam ruangan khusus yang tidak bisa terhirup bayi dan ibu hamil. Jangan lagi digantung di dalam rumah. Intinya setiap baunya tercium itu berarti masih membahayakan,” imbuh Ira.

Program CSR tentang kepedulian PLN terhadap ibu hamil ini disambut baik oleh warga yang hari ini (12/9) datang untuk menerima sumbangan. Karena hal ini memang dianggap hal yang baru bagi warga.

Di akhir acara, warga yang datang di Balai Desa Bonang tersebut menerima 75 paket sembako murah, dengan paket senilai Rp 100 ribu warga cukup membayar Rp 50 ribu. Isi paket terdiri dari minyak, beras, teh, gula. (Nsn)