Portal Berita Online Indonesia

Nelayan Morosari Terima Bantuan Konverter Kit dari Dirjen Migas

MENARAnews, Demak (Jateng) – Para nelayan kecil di Kabupaten Demak hari ini berkumpul di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak (PPP Morodemak) untuk mendapatkan bantuan konverter kit dari Kementrian ESDM. Bantuan ini merupakan pelaksanaan dari program Kementrian ESDM yaitu konversi dari minyak bumi ke gas. Program bantuan ini sendiri merupakan tahap ke-2, setelah setahun yang lalu di tempat yang sama, bantuan juga diberikan. Jika tahun lalu sebanyak 400 gas elpiji 3 Kg, tahun ini pemberian konverter kit di Morodemak sebanyak 513 tabung elpiji.

Nelayan yang berhak mendapatkan konverter adalah nelayan yang telah memiliki beberapa persayaratan yang disaring oleh Dinas Perikanan dan Kelautan. Dirjen Migas Ego Syahrial, mewakili Menteri Ignatius Jonan dalam sambutannya di acara pembagian konverter kit tersebut menyatakan bahwa bantuan konversi diberikan kepada nelayan kecil yang telah memenuhi persayaratan, hal ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Persyaratan tersebut antara lain, nelayan harus diusulkan oleh dinas yang membawahi. Nelayan harus terdaftar dan memiliki kartu nelayan, kapal nelayan adalah kapal kecil dan merupakan perahu milik sendiri, kapal yang dipakai sebelumnya berbahan dasar bensin lebih kecil yakni 50 Mg, merupakan kapal dayung kecil, memiliki jenis alat tangkap yang ramah lingkungan dan tentu saja belum pernah menerima bantuan.

Sementara itu Bupati Demak HM Natsir menghimbau kepada masyarakat agar tidak menjual bantuan dari kementrian yang bekerjasama dengan PT. Pertamina ini. Karena tujuan diadakan konversi ini adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan cara mengurangi beban nelayan.

“Menyebut nama konverter sepertinya susah ya, lebih baik kita menyebutkan dengan mesin gas nelayan kecil saja ya. Jadi tujuan utama pembagian bantuan mesin gas ini agar para nelayan tingkat kesejahteraannya meningkat. Para nelayan dapat mencari uang dengan senang dan bahagia karena pengeluaran untuk melautnya lebih irit. Jika sebelumnya pembelian bensin Rp 135 ribu untuk 10 jam, sekarang Rp 100 ribu bisa untuk tiga hari. Namun jangan dijual,” ungkap Bupati.

Mengenai pasokan gas elpiji 3 Kg, Dirjen Migas memberikan kepastian bahwa pasokan gas elipiji tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan. “Kemarin sebelum Idul Adha sempat terjadi kelangkaan di beberapa tempat, bukan karena kekuarangan pasokan tapi karena permasalahan distribusi. Prinsip dari pemberian gas elpiji 3 Kg adalah bagi masyarakat kecil, jadi jika sesuai dengan komitment maka pasokan kebutuhan sudah dijamin,” kata Dirjen Migas Ego Syarial.

Tujuan dilaksanakan konversi sendiri adalah memberikan alternatif energi murah kepada para nelayan, bila tahun ini masih merupakan konversi dari premium ke gas, maka konversi ke solar ke gas sedang dalam masa penelitian.

“Anda yang berprofesi sebagai nelayan harus bangga, karena nelayan adalah bagian terpenting dalam ‘badan’ bangsa ini, untuk itu nelayan yang harus kita bantu. Setelah konverter kiy berupa gas, selanjutnya akan kita upayakan mencari ikan menggunakan GPS. Saat ini belum bisa terealisasi karena banyak nelayan yang belum bisa menggunakan smartphone dengan baik, perlu ada pelatihan kusus. Nanti akan ada uji coba di Demak dalam waktu dekat,” kata Daryanto Mardiyanto, anggota Komisi VII DPR RI.

Dalam pemberian ini, para nelayan juga mengungkapakn tertimoni. Selain merasa senang mendaptakan bantuan tersebut karena mereka dapat berhemat lebih banyak, mereka juga dapat menabung sehingga kesejahteraan nelayan benar-benar dapat tercapai.

“Terimakasih karena telah memberikan bantuan kepada kami para nelayan kecil, sehingga kami bisa nabung karena pengeluaran kami menurun. Selama satu tahun memakai LPG sangat meringankan kami dimana biasanya melaut sehari habis 3 – 5 liter, kini bisa menggunakan 1 tabung untuk 3 hari. kami berharap teman-teman yang belum mendapatkan akan segera mendapatkan untuk tahun depan,” tutur Ahmad, nelayan Bendono, Dukuh Morosari.

Rombongan Dirjen Migas bersama Bupati Demak menyaksikan uji coba paket konverter kit dan sekaligus menguji alat tersebut dengan mencoba langsung kapal nelayan yang telah menggunakan konverter kit dengan menyisiri pinggir laut Morosari Demak, sebelum bertolak ke Semarang. (Nsn)