Portal Berita Online Indonesia

Ini Bentuk Sinergitas LSM Aliansi Tajam dan Kesbangpol Jaga Keutuhan NKRI…

MENARAnews, Demak (Jateng) – Sebagai bangsa yang majemuk, yang memiliki berbagai macam suku bangsa, ras, agama dan adat istiadat yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, tak dapat dipungkiri jika terdapat suatu gesekan-gesekan diantara masyarakat Indonesia yang begitu multikultural ini. Untuk itu selalu menjaga perdamaian dan merawat kebhinekaan perlu selalu dilakukan agar tidak terjadi polemik ditengah masyarakat.

Untuk mencapai tujuan itu maka LSM Aliansi Tajam bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Tengah (Kesbangpol Jateng) menyelenggarkan kegiatan Temu Karya Penangan Masalah Sosial Kemasyarakatan bertema ‘Peran Serta LSM dan Ormas dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan replublik Indonesia (NKRI)’ di Kraton Glagah Wangi Demak hari ini (4/9).

Kegiatan diskusi mengenai bagaimana seharusnya Organisasi Masa (Ormas) berperan dalam masyarakat tersebut selain dihadiri para anggota dan kader LSM Aliansi Tajam dari berbagai kota di Jawa Tengah, juga dihadiri perwakilan dari Kesbangpol, Dra. Atiek Surniati, MSI selaku Kabid Ketahanan.

Dalam sambutannya, Atiek menghimbau agar LSM dan Ormas ikut serta dalam penanganan kemiskinan, radikalisme yang saat ini menjadi masalah bangsa. “Kami memiliki tupoksi yakni membina dan menjadi mitra LSM dan Ormas dalam rangka kesatuan NKRI, kita melihat saat ini maraknya radikalisme, penyalah gunaan media sosial (medsos) hingga permasalahan kemiskinan merupakan suatu permasalahan bangsa, mari kita yang masih bersemnagat saling bermitra untuk mengangi permasalan ini dengan baik,” ungkap Atiek.

Atiek juga mengobarkan semangat para peserta dengan menyerukan yel yel yel, “Pancasila Jaya, NKRI harga mati Tajam Jaya.”

Sementara itu, KH. Abah Sulthon Basyaiban selaku Ketua DPP Aliasi Tajam, dalam materi seminarnya mengenai Fungsi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam Kemerdekaan, memulai isi materi dengan menceritakan bahwa asal muasal kemerdekaan bangsa Indonesia tak lepas dari peran para ulama, terlebih lagi peran ulama dari Demak, untuk itu hendaknya ulama atau tokoh agama saat ini juga harusnya mampu menjaga bangsa ini yang sudah diuapayakan kemerdekaannya dengan segenap jiwa dan raga.

Selain itu, Abah juga mengimbau agar Alisansi Tajam harus selalu mendukung pemerintah dan selalu mengritik, mencermati, mengawal pemerintah agar semua program pemerintah dapat dinikmati masyarakat, terlebih mengenai dana desa yang sudah semestinya mendapat pengawalan.

“Tupoksi Aliasi Tajam ada 3 M yakni, Mengawal, Mencermati dan Mengkritik pemerintah. Tapi temen-temen jangan sampai berbenturan dengan pemerintah, setiap gesekan pasti selalu ada solusinya, dan juga harus mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam setiap kasus yang ditangani anggota ALiansi Tajam,” jelas Abah.

Dalam materi diskusi dari Ketua Pemangku Adat Nusantara, Sultan Surya Alam, mengenai peran budaya dan adat nusantara dalam menjaga keutuhan NKRI, menegaskan bahwa semua Ormas dan LSM baik yang berafiliasi pada budaya, agama maupun sosial harus mendaftarkan diri ke Kesbangpol. “Bagaimana caranya menjaga kedamaian di negeri ini? Caranya adalah tidak dengan saling rebut. Semua melakukan hal-hal sesuai dengan jalurnya. Pemuka agama berdakwah sesuai dengan ajaran agama masing-masing, sementara itu yang memiliki aliran-aliran kepercayaan ya mendaftarkan diri ke Kesbangpol, agar tidak illegal,” ungkap Surya.

Sedangkan Ir. Poernomo Ariwibowo menghimbau pada semua peserta diskusi untuk mencegah semakin berkembangnya potensi penyakit masyarakat dan teknologi dalam memecah belah kerukunan masyarakat yang dimulai dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penandatanganan petisi pada selembar kain putih, yang menunjukkan dukungan terhadap keutuhan NKRI dan perlawanan terhadap radikalisme.

Acara yang dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan ditutup dengan Lagu Bagimu Negeri. (Nsn)