Portal Berita Online Indonesia

HUT Ke-72, 167 WBP Kelas IIA Bukittinggi Terima Remisi

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Sebanyak 167 narapidana dan tahanan Lapas Kelas IIA Bukittinggi menerima remisi pengurangan masa tahanan dan satu orang remisi langsung bebas pada hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke 72, Kamis (17/8).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi, Rivan Azwandi ketika dikonfirmasi oleh Menaranews.com (18/8) mengatakan bahwa pemberian remisi umum kepada 167 narapidana sesuai dengan surat yang dikeluarkan oleh kementerian Hukum dan HAM dengan masa remisi yang berbeda-beda.

“Besar waktu remisi yang diberikan kepada narapida berbeda-beda, ada yang 6 bulan, 5 bulan dan sampai dengan 1 bulan. Sementara itu, remisi diberikan kepada tiga kategori, antara lain Kriminal dan Narkoba di bawah 5 tahun, Pidana Khusus yang melanggar peraturan PP No. 28 tahun 2006 serta Pidana Khusus yang melanggar PP No. 99 tahun 2012,” jelasnya.

Rivan menambahkan bahwa remisi hanya berlaku kepada narapidana yang berkelakuan baik serta telah menjalani masa tahanan minimal enam bulan. Selain itu, dari 277 narapidana yang telah diusulkan kepada Kementerian Hukum dan HAM, baru disetujui sebanyak 167 orang yang mendapatkan remisi, selebihnya 110 narapidana lainnya menunggu pengesahan selanjutnya.

“Dari total 167 orang yang mendapatkan remisi, berikut data rinciannya, untuk remisi 6 bulan sejumlah 11 orang dengan kasus kriminal dan narkoba di bawah lima tahun. Untuk remisi 5 bulan diberikan kepada 22 orang, remisi 4 bulan diberikan kepada 39 orang, remisi 3 bulan diberikan kepada 40 orang, remisi 2 bulan diberikan kepada 29 orang, remisi 1 bulan diberikan kepada 26 orang,” rincinya.

Di lain pihak, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan bahwa momentum kemerdekaan Indonesia ke 72 merupakan sarana berintrospeksi diri bagi narapidana Kelas IIA Bukittinggi sehingga dapat menekan angka kriminalitas serta tindak pidana di Kota Bukittinggi.

“Sebaiknya saudara-saudara yang sekarang sedang menjalani hukuman dapat berperilaku baik, sehingga setelah bebas nantinya dapat melakukan tindakan positif dan mencari pekerjaan halal lainnya. Kasihan kelurga di rumah,” pesan Ramlan kepada narapidana. (AD)