Portal Berita Online Indonesia

DEMA UIN Jakarta : Kasus Rohingya Jangan Disusupkan Kepentingan Politik

Menaranews, Jakarta – Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta (DEMA UIN Jakarta), Riyan Hidayat, meminta semua kalangan yang melakukan aksi solidaritas kemanusian untuk Rohingya agar tidak menyeret konflik tersebut menjadi komoditas politik di tanah air, pasalnya hanya akan memperkeruh suasana dalam negeri.
“Saya harap jangan kaitkan konflik di Rohingya dengan kondisi di Indonesia untuk kepentingan politik sesaat, karena hal ini hanya akan memperkeruh suasan negara kita, apalagi konflik Rohingya bukan masalah dalam negeri sehingga kita harus bijak menyikapinya,” ungkap Riyan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/9).
Apalagi, lanjut Riyan, pemerintah juga sudah mengambil langkah strategis baik dengan cara soft diplomacy maupun dengan mengirimkan obat-obatan dan bantuan pangan langsung kepada korban konflik rohingya. artinya tuntutan kita sudah didengar oleh pemerintah, meskipun kita juga menuntut peran lebih dari pemerinyah.” ujarnya.
Untuk itu, dia meminta agar bangsa Indonesia bersatu serta tidak mudah dipengaruhi oleh ajakan atau berita-berita yang tidak benar dari media sosial.
“Lebih baik kita bersatu demi maju dan tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia, dari pada aksi secara terus menerus. Aksi solidaritas boleh, nyatanya kita juga melakukan itu (aksi), tapi harus waspada dari penyusup yang ingin memanfaatkan keadaan,” ujarnya.
Riyan pun meminta agar pihak-pihak yang memanfaatkan momentum tragedi rohingya untuk segara sadar dan berfikir jernih demi kesatuan dan persatuan Indonesia.
“kita berharap pihak yang memanfaatkan isu konflik Rohingya agar sadar berpikir jernih dan mari bersama-sama jaga kesatuan negara kita, jangan malah membuat kegaduhan baru. Dan kita sangat menyayangkan ada pihak yang memanfaatkan isu kemanusiaan untuk kepentingan politik sesaat. Dengan semangat persatuan, ayo kita bahu membahu membantu saudara kita di Rohingya secara tulus.” tutupnya. (MR)