Portal Berita Online Indonesia

Betapa Pentingnya Germas di Kabupaten Demak

MENARAnews, Demak (Jateng) – Pembangunan kesehatan pada hakikatnya merupakan upaya yang dilaksanakan oleh semua elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saat ini terjadi transisi atau perubahan pola penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular. Artinya, saat ini penyebab kematian di masyarakat tidak lagi disebabkan oleh penyakit menular tetapi lebih disebabkan oleh penyakit tidak menular, seperti stroke, serangan jantung dan diabetes.

Menurut Bupati Demak HM.Natsir saat membuka sosialisasi pencanangan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di Rumah Makan Sinar Pahala Demak hari ini (11/9), penyebab utama peningkatan berbagai macam penyakit adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Akibatnya, produktivitas masyarakat menurun, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku kearah yang lebih sehat dan dilakukan secara sistematis dan terencana. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) juga merupakan salah satu upaya promotif-preventif yang dilakukan melalui pendekatan multi sector,” jelas Natsir.

Bupati turut menyampaikan keprihatinannya mengingat di Kabupaten Demak masih ada masyarakat yang belum bisa menerapkan hidup sehat. “Kesadaran masyarakat kita untuk berperilaku hidup bersih dan sehat masih sangat kurang. Termasuk membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun usai aktifitas serta menerapkan menu BBSA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman), mengkonsumsi air minum yang sehat,” tuturnya.

“Di masyarakat kita masih banyak yang belum mengkonsumsi makanan dengan porsi dan gizi seimbang. Mayoritas mengkonsumsi nasi yang banyak mengandung karbohidrat. Idealnya, porsi antara nasi, sayur, ikan harus seimbang. Serta buah karena banyak mengandung antioksidan. Masyarakat juga kurang menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan dini yang dilaksanakan secara berkala. Agar dapat diketahui gejala penyakit yang kita derita,” imbuh Natsir.

Sementara itu, Kasie Promkes Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Rita Utrayani mengatakan, ada lima indikator yang harus berhasil di tahun 2017 ini yakni melakukan aktivitas fisik standar 30 menit setiap hari, konsumsi sayur dan buah – buahan dengan takaran porsi untuk sayuran minimal dua porsi (@ mangkuk) dan untuk buah – buahan minimal tiga porsi (@200 gr), memeriksa kesehatan secara berkala untuk yang tidak berresiko minimal enam bulan sekali sedangkan untuk yang berresiko minimal satu bulan sekali, tidak merokok dan ASI ekslusif.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut anggota Komisi IX DPR RI Dapil Jawa Tengah Ir. Ali mahir, MM., Perwakilan Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Kepala DKK Kabupaten Demak Guvrin Heru Putranto, SKM.MM., Kepala OPD terkait dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Demak.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama antara Bupati Demak, anggota Komisi IX DPR RI Dapil Jawa Tengah, OPD terkait (Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinpermades P2KB), Kepala Dinas Kesehatan provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dan perwakilan unsur peserta. (Nap)