Polisi Usut Penimbun Jagung Buntut Aksi Poster ke Jokowi

Surabaya, CNN Indonesia — Satgas Pangan Polres Blitar Kota, Jawa Timur, bergerak mendalami dugaan penimbunan pakan ternak, utamanya komoditas jagung, di wilayahnya.
Hal itu dilakukan menyusul aksi peternak Blitar yang membentangkan poster meminta bantuan ke Presiden Joko Widodo, saat berkunjung ke daerah setempat, Selasa (7/9) lalu.

Seperti diketahui seorang peternak Blitar tersebut mengutarakan aspirasinya kepada Presiden tentang harga jagung yang tinggi. “Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar,” tulis ia dalam posternya.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan, hal ini juga dilakukan sebab kepolisian mendapat aduan dari para peternak.

“Para peternak menyampaikan soal indikasi adanya potensi penimbunan jagung oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Yudhi, Jumat (10/9).

Peternak meminta Satgas Pangan untuk menindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab itu. Sebab penimbunan pakan ternak ini begitu merugikan mereka.

“Penimbunan jagung tentunya akan ditindak lanjuti oleh Satgas Pangan,” ucapnya.

Yudhi berharap para peternak mau bekerja sama memberikan informasi-informasi jika menemukan indikasi adanya pihak-pihak yang dengan sengaja mengambil kesempatan dengan menimbun jagung.

“Kami minta kerja sama bila peternak mempunyai informasi terkait penimbunan jagung agar bisa melaporkan kepada Satgas Pangan,” katanya.

Semasa pandemi Covid-19 ini, Yudhi juga berharap para peternak bisa menjaga situasi Kamtibmas agar perekonomian di Blitar juga meningkat.

Polres Blitar Kota juga telah memfasilitasi pertemuan antara para organisasi peternak unggas di Kabupaten Blitar dengan Pemkab Blitar, Kamis (9/9) kemarin.

Pertemuan itu dilakukan untuk mencari solusi terkait aspirasi para peternak yang mengeluhkan mahalnya harga jagung sebagai pakan ternak.

Pertemuan yang digelar di Pendopo Sasana Adhi Praja Pemkab Blitar itu juga dihadiri oleh perwakilan dari Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sekda Kabupaten Blitar dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Blitar.

Sedangkan, dari peternak unggas dihadiri antara lain, Ketua Koperasi Putera Blitar, Ketua PPRN Blitar, Ketua PPN Blitar dan peternak ayam layer.

“Dalam pertemuan itu, semua perwakilan peternak rata-rata menyampaikan aspirasinya terkait mahalnya harga jagung,” ucapnya.

Para peternak, kata dia, berharap ada solusi dari pemerintah berupa bantuan subsidi pembelian jagung dengan harga wajar sesuai Permendag.

“Mengingat Kabupaten Blitar merupakan sentral peternak unggas dengan jumlah peternak mencapai 4.500 peternak. Kebutuhan jagung untuk peternak di Kabupaten Blitar mencapai 1.200 ton per hari,” ucap dia.

Menanggapi aspirasi para peternak, Ditjen Tanaman Pangan Kementan menyampaikan pemerintah segera melayangkan surat pada PT Seger agar harga jagung diturunkan menyesuaikan kebutuhan para peternak.

Pemerintah juga menyiapkan subsidi transport sebesar Rp900 juta untuk kebutuhan jagung peternak di Kendal dan Blitar.

“Terkait bantuan subsidi transport yang disediakan pemerintah sebanyak 500 ton jagung,” pungkas dia.

Sebelumnya, sebuah cuplikan video di media sosial dan media massa menayangkan momen seorang pria membentangkan poster ke Jokowi. Momen itu terjadi saat Jokowi berangkat dari area vaksinasi Covid-19 ke makam Bung Karno di Blitar, Selasa (7/9).

Pria tersebut membentangkan poster saat Jokowi melambaikan tangan dari jendela mobil. Poster itu bertuliskan: “Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar.”

Usai mobil Jokowi melintas, seorang warga merampas poster tersebut. Kemudian, aparat kepolisian terlihat meringkus pria itu dan memasukkannya ke dalam mobil.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan pihaknya sempat meminta keterangan pria itu sebelum akhirnya langsung dipulangkan.

“Yang bersangkutan tidak ditahan, tidak diamankan, hanya dimintai keterangan,” saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (8/9).

Usai dimintai keterangan, Gatot menyebut pria itu telah dipulangkan ke rumahnya dan sudah bersama dengan keluarganya.

Dia mengklaim polisi tak menindak pria itu. Pihaknya malah menampung aspirasi petani Blitar itu untuk ditindaklanjuti serta diakomodir bersama jajaran Forpimda setempat.

Comments
Loading...