Dinpuntaru Demak Lakukan Pengerukan Tanah Makam Timbulsloko Demak

MENARANEWS (Demak) – Setelah menunggu titik terang dalam upaya menaikkan permukaan tanah makam leluhur yang tenggelam, akhirnya warga Timbulsloko dapat berlega hati karena excavator sudah masuk ke area pemakaman untuk melakukan pengurukan tanah disekitar makam, Jumat (24/9/21)

Kedatangan alat berat tersebut dianggap sebagai salah satu titik terang persoalan – persoalan di dukuh Timbulsloko, Kec Sayung, Kab Demak, dimana selama ini warga telah mencoba beradaptasi akan dampak abrasi yang melanda desanya dan mengakibatkan perkampungan tersebut terendam air dan terancam tenggelam.

Terkait permasalahan makam, Koordinator Tim Solidaritas Kemanusiaan Untuk Timbulsloko (Solidbulko), Masnuah, menyampaikan, bahwa warga telah mengawali peninggian tanah makam dengan mulai melakukan persiapan membuat patok kayu, sebagai penanda dari masing-masing makam leluhur yang telah dimakamkan.

Pengurugan areal pemakaman sendiri, menurut Masnuah, difasilitasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Demak Dinputaru Kab Demak, dengan menggunakan excavator/ backhow.

“Program pengurugan ini adalah sebagai tindak lanjut dari hasil audensi antara warga dengan dinas-dinas terkait yang dilakukan di Kantor DPRD Kabupaten Demak beberapa waktu lalu,yang di dampingi Tim Solidaritas Kemanusiaan,” ucapnya yang telah melakukan pendampingan selama setahun.

Ia menceritakan bahwa, karena sulitnya akses alat berat masuk titik pekerjaan pengurugan areal pemakaman Dukuh Timbulsloko, melalui dusun Timbulsloko, maka excavator pun masuk ke lokasi melalui pantai Desa Morodemak Kecamatan Bonang.

“Setelah warga menunggu waktu yang lama, akhirnya alat berat dari PU sudah mulai masuk lokasi dari arah Pantai Morodemak mulai dari pukul 05.30 WIB sampai ke lokasi makam Timbulsloko siang hari pukul 14.00 WIB dan langsung dilakukan penggurugan makam,” ucapnya

Sementata Azhar warga Timbulsloko menyampaikan, bahwa sudah lama warga sudah sangat menunggu dan berharap adanya bantuan dalam penggurukan makam. Ia juga berharap sekali rencana Pemerintah Kabupaten dan Provinsi yang akan memikirkan rumah dan akses kampung yang layak agar warga bisa hidup lebih.

“Selama ini warga sudah terus menerus melakukan swadaya, namun kami kan juga butuh bekerja untuk mencari nafkah keluarga, jadi kami mohon pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi persoalan Timbulsloko,” pungkas Ashar berharap. (NSN)

Comments
Loading...