Vaksin AstraZeneca Mengandung Babi, Ini Tanggapan MUI

MENARAnews, Jakarta – Berdasarkan hasil kajian yang mendalam dan pertimbangan dari para ahli terpercaya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripsin yang berasal dari pankreas babi.

Namun demikian, MUI menyatakan bahwa di tengah pandemi Covid 19, vaksin AstraZeneca boleh (mubah) digunakan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, ada lima hal mengapa vaksin AstraZeneca tetap boleh digunakan, yaitu

  1. Ada kondisi kebutuhan yang mendesak (hajah syar’iyyah) yang menduduki kondisi darurat syar’iy (dlarurah syar’iyyah)
  2. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya (resiko fatal) jika tidak segera dilakukan vaksinasi Covid 19
  3. Ketersediaan vaksin Covid 19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid 19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity)
  4. Ada jaminan keamanan penggunaannya oleh pemerintah
  5. Pemerintah tidak memiliki keleluasaan memimilih jenis vaksin Covid 19, mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia.

Adanya kandungan babi dalam vaksin AstraZeneca sepertinya melengkapi kontroversi yang timbul terkait vaksin tersebut. Sebelumnya diberitakan bahwa vaksin AstraZeneca menyebabkan terjadinya penggumpalan darah pada lansia sehingga menyebabkan kematian para lansia di Eropa.

Namun demikian, AstraZeneca mengklaim bahwa vaksin mereka aman digunakan. Selain itu, WHO juga telah mengeluarkan pernyataan untuk terus melanjutkan vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca (AF)

Comments
Loading...