Mahfud: Pernyataan Presiden Tiga Periode, Menjerumuskan dan Menjilat

MENARAnews – Isu Presiden tiga periode kembali muncul ke permukaan. Menyikapi hal ini, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan respon terhadap pernyataan tersebut.

Mahfud MD menyatakan bahwa isu ini menunjukkan dua kemungkinan, yaitu ada pihak yang ingin menjerumsukan dan ada yang berupaya untuk menjilat.

“Kalau yang saya dengar dari pak Jokowi, itu alasannya ada dua. Ingin menjerumuskan dan ingin menjilat,” kata Mahfud saat di Gedung Kejagung

Sementara itu, Mahfud memberikan kepastian bahwa pemerintah tidak ada sama sekali terlibat dalam isu masa jabatan Presiden tiga periode, karena masalah itu merupakan urusan partai politik, sehingga bukan menjadi fokus pemerintah.

“Soal jabatan presiden tiga periode itu bukan urusan pemerintah. Itu urusan partai politik dan MPR. Selain itu, di kabinet tidak ada pembahasan terkait isu tersebut, karena bukan bidangnya,” ujar Mahfud.

Mahfud berharap isu tersebut tidak menyeret Presiden Jokowi yang saat ini masih mengemban amanat rakyat. Namun demikian, ia mengaku tak masalah jika ada partai politik yang membaha masalah ini.

Mahfun pun menegaskan bahwa pemerintah tidak punya wacana terkait masa jabatan Presiden. “Kita hanya mengacu pada undang-undang yang berlaku, bukan 3 kali, 4 kali, atau 5 kali,” ujar Mahfud.

Isu masa jabatan presiden tiga periode kembali memicu kegaduhan setelah mantan Ketua MPR Amien Rais mengeluarkan pernyataan bahwa ada sejumlah pihak yang berusaha menerbitkan pasal agar Presiden Jokowi bisa menjabat dalam tiga periode. (AF)

Comments
Loading...