368 Tersangka Terjaring Dalam Operasi Pekat Candi Polda Jateng 2020

MENARANews (Semarang) Bertempat di lobby Ditreskrimum Polda jateng, Polda Jateng menggelar hasil Operasi Sikat Candi 2020, Senin (3/8/20)

Sebanyak 368 tersangka, dari 323 kasus di wilayah hukum Polda Jateng, berhasil diamankan dalam jangka waktu 20 hari terhitung antara tangga 5 Juli 2020 hingga tanggal 25 Juli 2020.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Wihastono dihadapan pewarta menyampaikan bahwa ada berbagai macam modus operandi dalam ungkap hasil Operasi Sikat Candi Polda Jawa Tengah 2020 kali ini mulai dari pencurian dengan menggunakan kunci ‘T’, pecah kaca, menyekap, mengancam korban dengan sajam (senjata tajam), merusak kunci kontak, penadahan sampai dengan pemalsuan dokumen.

“Jumlah pelaku yang terjaring dalam Operasi Sikat Candi Polda Jawa Tengah 2020 sebanyak 170 tersangka TO dan 195 tersangka non TO dengan total keseluruhan sebanyak 368 tersangka,” ucap Kombes Pol Wihastono.

Ia melanjutkan, barang bukti yang diamankan oleh Ditreskrimum Polda Jateng beserta jajaran diantaraya, uang tunai sebesar Rp. 1.754.979.050 (satu milyar tujuh ratus lima puluh empat juta sembilan ratus tujuh puluh sembilan lima puluh ribu rupiah), 2 Unit KBM Roda 6, 27 Unit KBM Roda 4 dari berbagai merk dan jenis, 312 Unit Kendaraan bermotor Roda 2 dari berbagai merek dan jenis.

Selain itu, Ditreskrimum Polda Jateng beserta jajaran juga mengamankan, 1 (satu) pucuk senpi rakitan, 6 (enam) buah senjata tajam, 71 (tujuh puluh satu) STNK, 21 (dua puluh satu) BPKB, 8 (delapan) buah Kartu Identitas, 2069 perhiasan berbagai bentuk dan berat, 46 (empat puluh enam) unit HP dari berbagai merk dan jenis.

Dalam kesempatan yang sama, Kabidhumas Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menjelaskan berbagai pasal yang disangkakan pada para pelaku.

“Pasal yang disangkakan diantaranya Pasal 362 KUHP (pencurian), Pasal 363 KUHP (pencurian dengan pemberatan), Pasal 365 KUHP (pencurian dengan kekerasan), Pasal 368 KUHP (pemerasan/perampasan), Pasal 480/481 KUHP (penadahan) dan Pasal 263 KUHP (pemalsuan surat),” jelas Iskandar.

Kombes Pol Wihastono pun menghimbau masyarakat yang merasa kehilangan untuk segera mengurusnya dengan membawa bukti kepemilikan.

“Silakan masyarakat yang merasa kehilangan untuk mengambil dan mengurusnya disertai dengan bukti-bukti kepemilikan dan semunya tanpa dipungut biaya alias gratis,” tuturnya.

Pejabat yang turit melaksanakan konferensi pers diantaranya , Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Parisian Herman Gultom, S.I.K., dan Kasubbid Penmas Polda Jateng AKBP R. Fidelis Timuranto. (NSN)

Comments
Loading...