Stok Berlebih, Harga Daging Ayam Turun Ditengah Pandemi Covid-19

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Harga daging ayam dan babi di Bali saat ini mengalami penurunan di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Turunnya dua jenis daging ini diperkirakan karena rendahnya daya beli masyarakat, terlebih tidak sedikit pekerja di Bali yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ni Made Sukerni mengatakan, daging ayam memang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Bali, baik yang lokal maupun para wisatawan.

“Nah sekarang harga (daging) ayam kan terjun bebas, stoknya banyak tapi daya beli masyarakat sangat rendah. Sangat turun sekali daya belinya, mungkin karena PHK. Tak bisa beli daging ayam, stoknya banyak, harganya otomatis akan turun,” kata Sukerni saat ditemui di kantornya, Selasa (28/4/2020).

Sukerni mengatakan, harga daging ayam di pasaran biasanya berada di Rp 35 ribu hingga Rp 36 ribu per kilogram.Namun saat ini, harganya sudah terjun di angka Rp 26 ribu hingga Rp 27 ribu per kilogram.

Dirinya mengatakan, penurunan harga daging ayam ini sebelumnya memang sudah diantisipasi oleh para peternak besar di Bali. Para peternak tersebut dengan kondisi saat ini telah melakukan pengurangan pemeliharaan atau populasi di kandang.

Sementara untuk daging babi, disamping karena daya beli masyarakat, harganya turun karena saat ini diduga atau suspect terinfeksi penyakit African Swine Fever sehingga banyak menimbulkan kematian di sejumlah wilayah.

Meski mengalami penurunan, Sukerni mengatakan, turunnya harga daging babi tidak banyak, hanya sekitar Rp 5000 per kilogram.

Ditengah penurunan harga daging ayam dan babi ini, Sukerni mengaku menyarakan kepada peternak agar melakukan penjualan secara daring (online), seperti Facebook dan Instagram.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat yang ingin memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan di tengah pandemi Covid-19, bisa memanfaatkan produk dari para peternak di Bali.

Selain ayam dan babi, Sukerni menyebut keberadaan harga daging yang lainnya masih dalam kondisi normal, termasuk sapi yang biasanya banyak dikonsumsi menjelang lebaran.Selain itu, harga telur ayam juga saat ini dikatakan masih normal.(*)

Editor: N. Arditya

Comments
Loading...