Soal COVID19, Bali Belum Rencanakan Lockdown

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Pemberlakuan upaya lockdown atau isolasi yang mulai diterapkan oleh beberapa negara untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya penyebaran virus Corona, rupanya dianggap belum dirasa perlu untuk mengkondisikan situasi di Bali saat ini.

Gubernur Bali, I Wayan Koster menyatakan, pihaknya belum akan memberlakukan isolasi secara menyeluruh di provinsi Bali setelah ditemukan 1 WNA positif corona meninggal. Ia juga menolak perbandingan situasi Bali dengan negara seperti Italia dan Korea Selatan yang sudah menerapkan isolasi tinggi.

“Jangan dulu berandai-andai, kalau menurut saya untuk posisi saat ini menurut saya belum, kalau di sana kan sudah ribuan (pasien positif corona),” kata Koster saat ditemui setelah rapat paripurna DPRD Bali, Jum’at (13/3/2020).

Apalagi berdasarkan data yang dimiliki oleh pemerintah provinsi Bali, saat hanya ada 7 pasien yang sedang menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Pasien yang ada dalam pengawasan di Bali tadinya total 53, kemudian 46 negatif, dan yang 7 masih menunggu hasil laboratorium. Pemeriksaannya itu dilakukan di laboratorium Kementerian Kesehatan, dan hasilnya ada di situ, dan sampai sekarang belum diberikan hasilnya. Jadi kita belum tahu yang 7 ini positif atau negatif, Mudah-mudahan negatif,” jelas Koster.

Saat ini, langkah yang akan diambil oleh pemerintah Provinsi Bali  dalam upaya pencegahan jangka pendek yang dilakukan Satgas penanggulangan virus corona agar tidak menyebar luas di Bali. Protokol yang dilakukan satgas sudah sesuai dengan yang dikeluarkan oleh pusat.

“Jadi satgas sekarang lagi rapat untuk merumuskan program aksi dalam waktu dekat ini, yaitu program jangka pendek untuk melakukan pencegahan dan juga mengelola yang sedang dalam pengawasan. Semua ini kita mengikuti aturan dan kebijakan dari pemerintah pusat,” terang Koster.

Terkait dengan satu orang yang meninggal, Koster mengaku benar-benar belum mendapatkan informasi dari pemerintah pusat terkait hal itu. Pihaknya baru mendapatkan informasi setelah WNA itu meninggal dunia.

“Yang satu kemarin meninggal terus terang saja itu memang kita tidak diberi tahu bahwa pasien itu positif. Kita diberitahu setelah pasien itu meninggal. Maka kita katakan bahwa ada pasien yang meninggal. Tapi meninggalnya itu belum tentu juga disebabkan oleh virus corona. Karena pasien ini membawa penyakit bawaan, seperti diabetes, ginjal, dan tensi tinggi,” jelas Koster. (DI)

Editor: N. Arditya

Comments
Loading...