Kejari Demak Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana Desa Oleh Kades

Menaranews.com, (Demak) Dugaan penyelewengan Dana Desa senilai Rp. 599.141.565,-, tersebut diungkap oleh Kejaksaan Negeri Demak dengan tersangka AN, Kepala Desa Gemulak, Kec Sayung, Kab Demak.

Menurut Kepala Kejaksaan Demak, Muh Irwan Datuiding, dugaan penyelewengan DD tersebut bukan berlandaskan ketidaktahuan, melainkan memiliki motif kepentingan pribadi.

Dimana pada saat pencairan, tersangka langsung menyampaikan niatnya terhadap uang tersebut, maka sesuai permintaan bendahara desa, tersangka dengan sadar membuat surat pernyataan, bahwa dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Tersangka sudah menandatangani surat pernyataan bahwa telah mengambil dana desa yang digunakan untuk kepentingan pribadi, dan itu kami jadikan bukti,” jelas Kajari.

Atas perbuatan tersebut, tersangka diancam hukuman penjara lebih dari lima tahun, yaitu pasal 2 dan 3, atas undang undang nomer 31 tahun 1999, sebagaimana yang telah dirubah yaitu undang undang nomer 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Atas kejadian yang terungkap berdasarkan aduan masyarakat tersebut, Kejari Demak berharap selanjutnya tidak akan ada kasus penyelewengan DD lagi, dimana selanjutnya Kejari berencana akan melakukan tindakan preventif dengan turun ke desa untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan secara intensif, karena kasus seperti ini maka seluruh warga desa telah dirugikan.

“Saya harap ini kasus yang pertama dan terakhir di Kabupaten Demak, dan untuk selanjutnya kami akan terjun ke lapangan untuk memberikan sosialisasi terkait penggunaan dana desa, karena mengingat dalam kasus ini, yang dirugikan adalah masyarakat atau warga, khususnya warga Desa Gemulak, dimana atas adanya kejadian ini anggaran dana desa otomatis oleh pemerintah akan menjadi berkurang,” jelasnya.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Demak, Intan Lasmi Susanto mengatakan, tersangka melakukan pengambilan dana desa tahap ke-3 dan juga penyelewengan dana desa tahap ke-2 yang belum selesai pengerjaannya.

Dana desa tahap dua sebesar Rp 50.000.000,- yang seharusnya diperuntukkan untuk pembenahan rumah tak layak huni (rutilahu), dari rencana pembenahan keseluruhan 25 rumah, namun belum selesai.

“Sementara dana desa tahap tiga tahun 2019 sebesar Rp 418.471.600 rinciannya banyak, diantaranya untuk pembangunan infratruktur namun ada yang sama sekali tidak dikerjakan,” ucap Kasi Pidsus.

Adapun rincian dugaan dana yang diselewengkan adalah :

▪︎ Penggunaan dana desa tahap tiga tahun 2019 sebesar Rp 418.471.600.
▪︎ Retribusi pajak sebesar Rp 49.127.588,-
▪︎ Pajak PPN dan PPH sebesar Rp 30.370.711,-
▪︎ PAD sebesar Rp 13.950.000.
▪︎ Dana desa tahap dua sebesar Rp 50.000.000,-
■ Keseluruhan total dana sebesar *Rp 599.141.565,-* (NSN)

Comments
Loading...