BP3TKI Denpasar, Catat 37 Orang Pekerja asal Bali Bekerja di Tiongkok

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kota Denpasar, Bali, Soleh Hidayat, saat dikonfirmasi melalui WA, Kamis,(13/2/2020) di Denpasar menyampaikan, untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di China yang ditempatkan pada 2019 atau tahun lalu, ada sebanyak 37 orang PMI. Yang sebagian besar mereka bekerja di luar Provinsi Wuhan, China. Sedangkan, terkait dengan beberapa jumlah tenaga kerja asal Bali yang menjadi pekerja di kapal pesiar, BP3TKI Kota Denpasar menyebutkan belum memiliki datanya.

“Kami (BP3TKI Denpasar) tidak punya data terkait berapa pekerja Bali yang bekerja di kapal pesiar. Kalau pekerja migran Indonesia yang berjumlah sebanyak 37 orang kami ada datanya,” jelasnya.

Informasi update untuk 37 orang pekerja migran di Tiongkok daratan tersebut tidak ada yang bekerja di provinsi Wuhan, melainkan di luar Wuhan.

“37 orang yang terdata, tidak ada bekerja di provinsi Wuhan, melainkan di luar Wuhan. Seperti, di Hangzhou ada sebanyak 4 orang, Sanghai berjumlah 10 orang, Tianjin berjumlah 2 orang, Ningbo 7 orang, Guilin sebanyak 3 orang serta di Guangzhou berjumlah sebanyak 11 orang. Adapun asal dari PMI tersebut mulai dari, Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana Klungkung, Tabanan serta ada juga dari Banyuwangi. Yang mana, data tersebut merupakan hasil konfirmasi dengan KBRI Tiongkok,” paparnya.

Sedangkan, hasil dari koordinasi dengan KBRI Tiongkok daratan provinsi atau kota yang diperketat adalah Kota Wenzhou di Propinsi Zhejiang. KBRI masih berusaha untuk berkoordinasi dengan beberapa pekerja migran 37 orang tersebut. Untuk informasi update, akan dikomunikasikan kembali.

“Keterangan yang di atas telah kami lakukan. Untuk selanjutnya menunggu informasi dari KBRI. Terkait di Natuna saya belum dapat konfirmasi sejauh ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, PMI tersebut masih di China, untuk pemulangan dan kondisi di China belum dapat konfirmasi lagi dari KBRI. (DI)

 

Editor: N. Arditya

Comments
Loading...