Bebas Pungutan Pajak Hotel/Resto Selama 6 Bulan, 4 Kebijakan ini Siap Pulihkan Sektor Pariwisata

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali tak hentinya berupaya untuk mencari solusi menyikapi imbas wabah virus Corona terhadap pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata, hingga bersurat kepada Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa menyampaikan kabar baik perihal empat kebijakan Pemerintah Pusat sebagai upaya pemulihan sektor Pariwisata, kepada 10 destinasi pariwisata, termasuk Bali. Terlebih sektor pariwisata Bali hingga saat ini berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDRB Provinsi Bali.

“Pemerintah Pusat telah mengeluarkan kebijakan yang sangat penting dalam membantu pemulihan pariwisata dan perekonomian,” ujarnya melalui siaran pers,Selasa (25/2/2020) di Denpasar.

Kebijakan pertama, sepuluh destinasi pariwisata yang tersebar di 33 kabupaten/kota tidak dipungut pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen selama enam bulan. Destinasi pariwisata itu yaitu Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam dan Bintan.

“Sebagai gantinya, Pemerintah Pusat akan memberikan hibah sebesar Rp 3,3 Triliyun kepada sepuluh destinasi pariwisata,” ucap Astawa.

Kedua, Pemerintah Pusat pun memberikan tambahan anggaran sebesar Rp 298,5 miliar untuk insentif airline dan travel agent dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.

Ketiga, untuk wisatawan dalam negeri diberikan insentif sebesar Rp 443,39 miliar, berupa diskon sebesar 30 persen potongan harga untuk 25 persen seat per pesawat yang menuju ke sepuluh destinasi wisata.

Terakhir, dalam APBN juga tersedia anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pariwisata sebesar Rp. 147 Milyar yang akan dikonversi menjadi hibah ke daerah-daerah untuk memacu pariwisata. Soal ini, kata Astawa, Gubenur Bali juga segera berkoordinasi dengan Bupati/Walikota.

“Gubernur juga akan rapat dengan Bupati/Walikota se-Bali dan para pemangku kepentingan pariwisata Kabupaten/Kota se-Bali untuk merumuskan program aksi yang akan diterapkan dalam jangka pendek dan jangka menengah,” ungkapnya. (DI)

 

Editor: N. Arditya

Comments
Loading...