Dua Pekan Jelang Tes SKD Penerimaan CPNS, Ini Strateginya

MENARAnews – Hasil Seleksi Administrasi sudah diumumkan, sebentar lagi Tes Seleksi Kompetensi Dasar akan digelar, tepatnya pada tanggal 27 Januari-28 Februari 2020. Bagi Anda yang lulus seleksi administrasi Penerimaan CPNS 2019, sudah kah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)?

Seleksi Kompetensi Dasar meliputi Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Inteligensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Untuk melewati tahap ini, peserta tes harus memiliki nilai di atas ambang batas yang telah ditetapkan dan tentunya memperoleh nilai tertinggi dalam formasi yang dipilih.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 24 Tahun 2019, nilai ambang batas TKP adalah 126, 80 untuk TIU, dan 65 untuk TWK. Ketentuan nilai ambang batas ini dikecualikan bagi peserta yang mendaftar pada jenis penetapan kebutuhan formasi lulusan terbaik berpredikat Cum Laude, penyandang disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat, serta Diaspora. Untuk lulusan berpredikat Cum Laude dan Diaspora berlaku nilai ambang batas kumulatif 271, dengan nilai TIU paling rendah 85. Bagi penyandang disabilitas berlaku ketentuan nilai kumulatif paling rendah 260 dengan nilai TIU paling rendah  70. Nilai kumulatif yang sama berlaku juga pada Putra/Putri Papua dan Papua Barat, dengan TIU paling rendah 60.

Meraih nilai ambang batas saja tidak cukup, peserta harus memperoleh nilai terbaik pada formasi yang telah didaftarkan. Sejumlah peserta akan merebutkan jabatan yang sama, sementara jumlah formasinya terbatas. Melansir portal cnnindonesia.com, jumlah peserta yang mendaftar pada setiap formasi dapat dilihat di menu info lowongan dalam portal https://sscndata.bkn.go.id/spf. Hal ini penting, untuk mengetahui peluang lulus setiap peserta. Setelah mengetahui peluang lulus setiap peserta, berikut strategi sederhana yang dapat diterapkan untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian seleksi SKD:

  • Memahami Sistem Penilaian

Menurut Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019, jumlah soal adalah 100 yang terdiri dari 35 butir soal TKP, 35 butir soal TIU, dan 30 butir soal TKP. Penilaian untuk soal TWK dan TIU, bila menjawab benar nilainya 5 (lima) dan bila salah nilainya 0 (nol). Sedangkan untuk TKP nilai terendah 1 (satu) dan tertinggi 5 (lima). Dengan sistem penilaian ini, maka usahakan peserta menjawab semua soal. Pastikan menjawab benar sebanyak jumlah soal minimal benar untuk mencapai nilai ambang batas. Contoh untuk peserta lulusan terbaik/cum laude, karena nilai ambang batas kumulatif 271, dengan nilai TIU paling rendah 85, maka peserta harus menjawab minimal 17 soal TIU dengan benar.

  • Temukan Cara Cerdas Mempelajari Materi

Materi TIU meliputi analogi, sinonim dan matematika dasar seperti himpunan bilangan, aritmetika sosial,jarak dan kecepatan, satuan ukur, logika, peluang dan lain-lain. Materi ini dapat dipelajari dari ringkasan rumus dan mencoba soalnya. Materi yang diujikan TWK meliputi sejarah seperti sejarah kerjaan, bela negara, Pancasila, Butir-butir Pancasila, tata negara dan Bahasa Indonesia. Soal TWK sebaiknya dibaca dengan cermat karena terkadang terdapat kata-kata yang mengecoh. Sementara Tes Karakteristik Pribadi meliputi nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh ASN. Soal pada materi TKP ini terkadang dapat mebingungkan, karena semua pilihan jawaban tampak benar. Temukan cara terbaik untuk mempelajari semua materi tersebut. Misalnya untuk materi TWK, dapat dilakukan dengan membaca ringkasan materi saja.

  • Simulasi Tes

Sesibuk apa pun pekerjaan anda saat ini, sempatkan lah melakukan simulasi tes. Pelaksanaan ujian akan menggunakan sistem CAT atau Computer Assisted Test. Sistem CAT ini tidak menggunakan lembar jawaban, soal akan ditampilkan dan dijawab langsung dengan durasi terbatas melalui komputer. Oleh karena itu, sebaiknya peserta berlatih mengerjakan soal dengan simulasi CAT agar peserta tidak kagok. Simulasi CAT ini dapat diperoleh dari internet maupun dijual di toko buku. Bahkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pun menyediakan simulasi CAT ini. Lakukan simulasi tes minimal 3 kali selain latihan soal secara manual. Semakin banyak berlatih dan melakukan simulasi, semakin banyak peluang Anda untuk lulus.

  • Memahami Kelemahan Diri

Setelah melakukan simulasi beberapa kali, maka pahami kekurangan diri. Jika merasa diri kurang pada salah satu materi yang diujikan, maka pelajari lagi materi tersebut. Setidaknya usahakan menjawab benar sejumlah minimal jawaban benar untuk melewati nilai ambang batas. Kemudian fokus menjawab pada materi yang lebih dikuasai.

Demikian strategi yang dapat diterapkan untuk menghadapi tes seleksi SKD tahun ini. Masih ada waktu dua pekan untuk mempersiapkan diri. Semoga dapat membantu Anda yang ingin mengabdi pada negeri.

 

Penulis: Mahasiswi PKN STAN Akutansi Alih Program, Komang Debby Puspita Rini

Comments
Loading...