Rumah Sakit Sultan Fatah Diresmikan Bupati Demak

Menaranews – (Demak) Rumah Sakit Sultan Fatah di Kecamatan, yang berada di Kec Karangawen, Kabupaten Demak, diresmikan Bupati Demak pada Minggu (15/12/2019).

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, bahwa peresmian rumah sakit tersebut sesuai dengan visi dalam RPJMD Kabupaten Demak 2016-2021, yaitu terwujudnya masyarakat Demak yang agamis lebih sejahtera, mandiri, maju, kompetitif, kondusif, berkepribadian, dan demokratis.

“Salah satu misi Kab Demak yang kelima adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan sesuai standar serta perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan,” jelasnya.

Terlebih fasilitas rumah sakit tersebut memperhatikan jumlah penduduk di daerah Demak Selatan, di antaranya Kecamatan Karangawen, Mranggen, dan Guntur.

Ia menambahkan, Rumah Sakit Sultan Fatah yang bertipe C tersebut, belum bisa menerima pasien BPJS laiknya RSUD Sunan Kalijaga.

Ia menjelaskan, Rumah Sakit Sultan Fatah Karangawen selama enam bulan ke depan tengah mengurus akreditasi, sehingga bisa menerima pasien BPJS.

“Artinya selama tiga bulan ke depan merupakan persiapan, dan tiga bulan berikutnya merupakan penilaian dari pihak BPJS. Pasien BPJS untuk sementara kita sarankan ke RSUD Sunan Kalijaga,” jelasnya didampingi Sekda Demak, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Guvrin Heru Putranto dalam sabtutannya mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Sultan Fatah Karangawen sudah dilakukan pentahapan seuasai aturan yang tertuang dalam Permenkes No 53 Tahun 2014 tentang kualifikasi dan perijinan rumah sakit.

Ia menambahkan, Rumah Sakit Sultan Fatah tipe C Karangawen tersebut dibangun dengan dana APBD melalui tiga tahun pembangunan.

“Tahun 2017 dibangun gedung A dengan 2 lantai dengan dana Rp 15 Miliar terdapat alokasi pada DPA Dinas Putaru, Tahun 2018 dibangun gedung B dengan dana Rp 15 Miliar yang terdiri dari tiga lantai alokasi pada DPA Dinas Putaru, Tahun 2019 pembangunan dilanjutkan dengan membangun gedung C, D, E, F, G, H, I, J, gedung gas medis, gedung genset dan Ipal, dengan dana Rp 100 Miliar alokasi DPA Dinas Putaru, serta peralatan sarana pendukung alat kesehatan dan penunjang sebesar Rp 50 Miliar terdapat alokasi pada DPA Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan guna operasionalisasi Rumah Sakit Sultan Fatah telah dilakukan visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan PERSI untuk rekomendasi izin operasional rumah sakit.

Acara peresmian Rumah Sakit Sultan Fatah tersebut juga berbarengan penandatangan prasasti dari 6 sarana publik lainnya, di antaranya Gedung Penyakit Dalam Kelas III RSUD Sunan Kalijaga, Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan, Pengembangan Puskesmas Sayung I, Puskesmas Pembantu Kedung Mutih Wedung, Puskesmas Pembantu Sumberrejo Mranggen, serta Command Center Kabupaten Demak. (NSN)

Comments
Loading...