Warung Waspada Investasi, Wadah Komunikasi Investasi Masa Kini

MENARAnews, DKI Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan 13 kementerian dan lembaga di Indonesia membuka Warung Waspada Investasi yang beralamat di The Gade Coffe & Gold, Jalan H. Agus Salim Jakarta Pusat. Warung tersebut sudah beroperasi selama dua kali, yaitu pada Jumat, tanggal 1 dan 8 November 2019, pukul 09.00-11.00 WIB.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing mengatakan, pihaknya bersama belasan kementerian dan lembaga di Indonesia membuka Warung Waspada Investasi dengan tujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat tentang seluk beluk investasi dan sejenisnya.

“Dalam rangka melakukan tugas pencegahan dan penanganan investasi ilegal, Satgas Waspada Investasi membuka Warung Waspada Investasi. Tujuan kita adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menjadi korban atau yang mengetahui mengenai investasi ilegal, financial technology (fintech) lending ilegal dan sebagainya, dan penghimpunan dana ilegal yang dialami oleh masyarakat kita di lapangan tentunya,” jelasnya saat ditemui di Warung Waspada Investasi, (8/11/2019).

Tongam menambahkan, masyarakat dapat berkonsultasi terkait investasi, produk-produk keuangan yang aman atau kegiatan investasi lainnya, hingga melaporkan segala bentuk intimidasi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Dengan dibukanya warung tersebut di sebuah kafe, diharapkan masyarakat dapat berkonsultasi dengan santai bersama dengan ahli di bidang masing-masing. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak segan-segan mendatangi Warung Waspada Investasi karena SWI membuka ruang bagi masyarakat untuk mengatasi dan mencari solusi terkait investasi ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing

“Kalau masyarakat ada masalah mengenai koperasi, disini sudah ada ahlinya, masalah perdagangan ada dari Kementerian Perdagangan, masalah travel umrah ada Kementerian Agama, masalah fintech lending ada dari OJK, disini kita tampung semua permasalahan-permasalaan masyarakat. Demikian juga kalau misalnya masyarakat kita mengalami teror dan intimidasi dari berbagai pihak, atau dari fintech lending ilegal, contohnya ada kepolisian juga, ada dari Bareskrim. Jadi kami bersatu untuk melayani masyarakat, memberikan perlindungan tentunya kepada masyarakat agar investasi ilegal dan fintech lending ilegal ini bisa kita berantas bersama-sama masyarakat,” bebernya.

Infografik Warung Waspada Investasi

Saat ditanya terkait mekanisme masyarakat untuk berkonsultasi ke Warung Waspada Investasi, Tongam menjelaskan bahwa masyarakat dapat langsung ke The Gade Coffe and Gold, Jalan H. Agus Salim Jakarta Pusat kemudian registrasi dan selanjutnya akan diarahkan ke ahlinya sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

“Silakan langsung datang, disini nanti ada teman-teman kita yang meregistrasi untuk mengarahkan ke sebelah mana pengaduan itu yang tepat,” ungkapnya.

Tingginya antusias masyarakat terkait dengan Warung Waspada Investasi, lanjut Tongam, dapat dibuktikan dengan masyarakat yang berkunjung terus bertambah dalam dua pekan terakhir, bahkan kenaikan jumlah masyarakat yang berkunjung mencapai 50 persen. Namun, sayangnya Tongam tidak merinci jumlah pengunjung pada tanggal 1 dan 8 November.

“Kita lihatlah begitu ramai hari ini kita layani masyarakat, kita dan mereka pada dasarnya puas dengan layanan kita. Kita harapkan masyarakat bisa datang pada minggu-minggu berikutnya. Peningkatan sekitaran 50%, tapi ke depan kami harap bisa lebih,” tutup pria yang juga menjabat sebagai Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK itu.

Berdasarkan data yang dihimpun MENARAnews, total entitas fintech lending ilegal yang ditangani SWI sampai dengan 31 Oktober 2019 sebanyak 1.369 entitas sedangkan total yang telah ditangani SWI sejak tahun 2018 hingga 31 Oktober 2019 sebanyak 1.773 entitas fintech lending ilegal. Sementara itu, total kegiatan usaha yang diduga dilakukan tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat yang telah dihentikan oleh SWI selama tahun 2019 sebanyak 263 entitas. Selanjutnya, total entitas gadai ilegal yang telah ditangani oleh Satgas Waspada Investasi sampai Oktober 2019 berjumlah 68 entitas. (MY)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!