Menteri Perindustrian Jelaskan Polemik Impor Cangkul

MENARAnews, DKI Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan kebutuhan cangkul di Indonesia sekitar 10 juta per tahun. Sementara industri dalam negeri hanya bisa menyuplai 3 juta per tahun terdiri dari 500 ribu IKM (Industri Kecil Menengah) dan 2,5 juta industri besar.

 

Ia menilai, minimnya suplai industri dalam negeri bukan karena tidak mampu memproduksi lebih banyak, melainkan lantaran produk impor yang terus berdatangan, apalagi disajikan dengan harga yang lebih murah.

“Begitu ditutup dia akan tumbuh, akan menyesuaikan sendiri. Selama impor masih dibuka mereka nggak berani,” ujarnya di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, (8/11/2019) seperti dilansir detik.com.

Selama ini memang celah masuk produk impor cangkul berada dalam Permendag Nomor 30 tahun 2018 tentang ketentuan impor perkakas tangan. Menurut Agus jika celah itu ditutup secara otomatis industri nasional akan menyesuaikan produksinya sesuai kebutuhan.

“Kalau itu ditutup kan dia tumbuh lagi. Di sektor manapun selama industri kita bisa memberikan suplay ya kita berikan kesempatan. Saya yakin kebutuhan nasional akan terpenuhi jika impornya ditutup. Industri akan tumbuh mengikuti demand,” bebernya.

Untuk diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku malu lantaran masih banyaknya barang impor yang masuk Indonesia. Lebih malu lagi, barang yang diimpor ternyata barang sederhana seperti pacul.

“Urusan pacul, cangkul, masak masih impor!” tegas Jokowi dalam pidatonya saat membuka acara tersebut. (Red)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!