KOMPAK : Pemuda Punya Peran Jaga Pancasila

Bogor – Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Kebhinnekaan (Kompak), Dody Sebastian mengeluarkan tanggapannya mengenai kondisi masyarakat Indonesia saat ini yang seringkali diadu domba dengan narasi-narasi perpecahan kerukunan antar golongan, ras, suku, maupun umat beragama.

Dirinya menyampaikam bahwa meskipun Indonesia sudah merdeka selama 74 tahun dengan memiliki lebih dari 170 juta penduduk dari berbagai suku dan budaya yang berbeda, namun saat ini banyak oknum masyarakat yang mengatasnamakan suatu golongan atau kelompok tertentu yang selalu mempersoalkan latar belakang dan identitas masyarakat Indonesia.

 

“Kondisi ini terpampang nyata dari banyaknya ormas, LSM maupun tokoh-tokoh konservatif yang berusaha mengganti ideologi Pancasila dan memaksakan penerapan aturan yang hanya berlaku pada kelompok atau golongannya, untuk kemudian diterapkan menjadi aturan baku nasional yang harus dipatuhi seluruh masyarakat” ujarnya. (4/11)

 

Ia juga menekankan bahwa peranan pendidikan nasionalisme perlu ditanamkan kepada seluruh rakyat Indonesia, sehingga dalam perkembangannya dapat mengerti dan memahami makna dari NKRI yang sesungguhnya. “nantinya rakyat Indonesia akan memiliki jiwa nasionalisme yang dapat membentengi atau memerangai apapun yang akan merusak dan menghancurkan kesatuan NKRI” imbuhnya.

 

Seluruh masyarakat Indonesia, sambungnya, harus bahu-membahu saling membantu satu sama lain untuk ikut serta menjaga keutuhan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Jika dalam perjalanannya terdapat beberapa kelompok yang ingin menghancurkan kesatuan NKRI, maka kita sebagai pemuda ataupun masyarakat umumnya harus dapat memerangi kelompok tersebut. Jika dibiarkan maka akan banyak terjadi permusuhan dan bisa terjadi keretakan terhadap NKRI” tegasnya.

 

Dody menambahkan, “hal yang harus diingat yaitu dasar pijakan sebagai ideologi dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah tercakup dalam nilai-nilai Pancasila”.

Sebagai generus penerus bangsa, kita wajib merawat, menjaga serta meneguhkan komitmen untuk mendalami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam menjalani aktivitas keseharian.

 

Untuk itu, dirinya sebagai Ketua Kompak mengimbau kepada semua elemen masyarakat agar mengambil sikap dan menyerukan untuk tidak terikut dalam merespon secara tidak proporsional terkait adanya pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi dan kondisi pasca Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

 

“Meminta kepada pihak Polri baik di pusat hingga daerah, untuk tidak memberikan izin keramaian atau aksi menyuarakan aspirasi yang menuntut terkait pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI karena dikhawatirkan ditunggangi oleh oknum atau kelompok radikal bahkan kelompok teror yang berpotensi memanfaatkan momentum tersebut dengan mengangkat berbagai isu negatif nasional sehingga menimbulkan chaos” ungkapnya.

 

Dody juga mengajak pemuda untuk mendukung Bapak Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 sampai dengan 2024 dalam menjalankan segala peraturan perundangan-undangan dengan seluruh-lurusnya, serta segala program yang telah direncanakan.

 (Rz)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!