RPDH Gelar Diskusi Islam Progresif

MENARAnews, Jombang – Rumah Pengetahuan Daulat Hijau (RPDH) Nglerep Kwaron Diwek Jombang mengadakan sebuah diskusi publik yang bertemakan “Islam Progresif dan Problem Sosial Umat Islam”, hari ini (17/10).

Dalam diskusi, Muhammad Fahmi menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan pembukaan diskusi rutinan setiap hari jumat yang diselenggarakan Oleh Rumah Pengetahuan Daulat Hijau. Acara tersebut dihadiri sekitar 20 orang yang terdiri dari kalangan santri, siswa dan mahasiswa di  Jombang.

“Diskusi ini menghadirkan pembicara Ayu Nuzul, Koordinator Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Jombang,” ujar Muhammad.

Dalam pemaparannya, Ayu Nuzul selaku pemateri menerangkan bahwa Islam turun ke bumi sebagai Rahmat bagi Semesta Alam, tapi jika melihat kondisi sosial hari ini sepertinya keberislaman masyarakat masih jauh dari rohmatan lil alamin. “Kita lihat bagaimana keberislaman kita hari ini yang masih cenderung individualis. Keberislaman kita masih pada taraf titual beribadah. Hal ini terbukti misalnya bagaimana daftar tunggu orang yang akan melakukan ibadah haji sangat panjang padahal tingkat kemiskinan di Indonesia termasuk tinggi,” jelas Ayu.

Tidak hanya itu, Ayu juga memaparkan riset Infid dan Oxfam, dimana empat orang terkaya di indonesia memiliki kekayaan lebih besar dari 100 Juta orang miskin. Total kekayaan empat miliarder paling kaya di indonesia mencapai 25 miliar dolar AS atau setara 332,5 triliun Rupiah. Sedangkan total kekayaan 100 juta penduduk miskin hanya 24 miliar Dolar AS.

Menurutnya, kondisi  lingkungan yang semakin hari semakin rusak, diantaranya terjadi kekeringan di musim kemarau, banjir pada musim hujan hingga kebakaran hutan. Bahkan kajian resmi pemerintah memprediksi, Pulau Jawa bakal kehilangan hampir seluruh air bersih di tahun 2040, dimana hal itu menjadi salah satu alasan pemindahan Ibu kota Republik Indonesia.

Pemateri turut mencontohkan bagaimana keberislaman masyarakat saat ada pengajian umum biasanya begitu selesai pengajian sampah berserakan di tempat pengajian. Atau sungai-sungai di Jombang yang airnya hitam pekat dikarenakan banyaknya sampah. Menurut Ayu, hal itu seharusnya bisa menjadi refleksi agar keberislaman masyarakat benar-benar menjadi Islam yang Rohmatan Lil’alamin. “Kita harus berusaha merubah keberislaman kita menjadi pribadi Islam yang bisa menjaga lingkungan dan punya keberpihakan pada kaum miskin atau mustad’afin sebagaimana amanah  Al-Quran Annisa Ayat 75,” jelas Ayu yang juga merupakan Alumni Kelas Filsafat Arete Tebuireng Jombang.

“Diskusi ini seru, banyak wawasan dan persepektif baru yang aku dapat. Kalau ada diskusi yang kayak gini lagi aku akan ikut lagi,” ungkap Kristiani Tri, salah satu peserta diskusi yang juga merupakan siswa Madrasal Aliyah Negeri 8 Jombang.

Diskusi tersebut ditutup dengan pembacaan sholawat Asyghil dan foto bersama. (Nap)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!