BUPATI DEMAK : PASAR MRANGGEN PASAR TRADISIONAL BERKONSEP MODERN

MENARANEWS-(Demak) Hal tersebut diungkapkan Bupati Demak HM.Natsir saat meresmikan Pasar Mranggen, Rabu (9/10) di pelataran pasar Mranggen, yang dan dihadiri oleh Forkompimda, OPD Se-Kabupaten Demak, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat Setempat, Kepala Desa Mranggen, pedagang maupun masyarakat sekitar.

Dengan diresmikannya pasar Mranggen, Bupati berharap akan terjadi perubahan perilaku masyarakat di Kabupaten Demak, khususnya masyarakat bagian selatan, untuk kembali berbelanja di pasar tradisional serta menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar Mranggen.

Kita semua harus bisa merubah stigma masyarakat tentang pasar tradisional. Sekarang tidak ada lagi pasar tradisional yang kumuh, bau dan tidak aman. Pasar tradisional yang ada di Demak adalah pasar tradisional dengan konsep modern.

“Konsep modern itu dimana, masyarakat dan pedagang bisa bertransaksi dengan nyaman,” ucap Bupati.

Kepada para pedagang, himbau Bupati, jangan buang sampah sembarangan, terutama di saluran air.

“Kenyamanan juga harus terus dijaga. Dengan demikian kita bisa bersaing dengan pasar modern yang menjamur,” terang Bupati.

Bupati juga minta kepada para pedagang, untuk membayar retribusi tarif sesuai dengan ketentuan yang ada. Mengingat retribusi pasar merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

“Kedepan, saya berharap e-retribusi bisa diberlakukan bagi pedagang pasar Mranggen. Ini bertujuan untuk memudahkan para pedagang. Kepada instansi terkait, saya minta untuk segera menindaklanjuti,” jelas Bupati.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Demak Dra. Siti Zuarin mengatakan tasyakuran dan peresmian Pasar Mranggen ini sekaligus menandai telah diselesaikannya Pembangunan Pasar Mranggen yang dimulai sejak tahun 2014.

“Dengan ditempatinya Pasar Mranggen ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Kecamatan Mranggen dan pada umumnya di Kabupaten Demak,”kata Zuarin.

Zuarin berharap nantinya Pasar Mranggen bisa menjadi pasar yang ber Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Dengan penerapan SNI pasar rakyat tidak hanya menguntungkan para pedagang tapi juga menguntungkan para konsumen. Hal ini karena SNI pasar rakyat menekankan faktor kebersihan, kesehatan, keamanan, serta adanya zonasi kios/los,” ucapnya

Dijelaskannya pula Pasar Mranggen dibangun dengan 6 tahap, yang dimulai dari tahun 2014 sampai dengan 2019 dengan menghabiskan anggaran Rp. 80.319.449.000.

“Adapun rincian anggarannya dari APBD Kabupaten Demak Rp. 71.348.515.000,- dan APBD Provinsi (Ban Gub) Rp. 8.970.934.000,-,” Pungkasnya.

Pasar Mranggen dengan luas bangunan kurang lebih 12 610 meter persegi ini terdiri dari 2 lantai yakni lantai 1 ada 664 kios terdiri dari 190 kios permanen dan 474 kios partisi. Sedangkan lantai 2 ada 619 kios yang terdiri dari 170 kios permanen, 238 kios partisi dan 211 los. (NSN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!