Dubes Indonesia Untuk Finlandia dan Estonia Prihatin Kekerasan di Papua dan Papua Barat

MENARAnews, Jayapura (Papua). Turut prihatin terhadap aksi kekerasan yang terjadi di Papua, Dubes Indonesia untuk Negara Finlandia dan Estonia, Wiwiek Setyawati Firman menghadiri doa bersama lintas agama yang digelar Diaspora Indonesia di Finlandia dan masyarakat Indonesia di Finlandia.

Doa lintas agama ini dikhususkan untuk perdamaian di Provinsi Papua dan Papua Barat, Indonesia.

Berdasarkan rilis yang diterima redaksi menaranews.com, pada Rabu malam waktu Helsinki atau Kamis pagi Waktu Indonesia Timur (12/9/2019) Diaspora Indonesia di Finlandia mengadakan doa  lintas agama yang merupakan wujud dari komitmen kuat Diaspora Indonesia dalam menjaga persatuan Republik Indonesia.

Diaspora memandang bahwa demonstrasi kekerasan sangat disesalkan, karena mengganggu perdamaian dan keamanan, melanggar hak rakyat untuk pembangunan, dan menyebabkan korban jiwa baik dari warga sipil maupun penegak hukum.

Melalui doa lintas agama, Diaspora Indonesia di Finlandia  berharap bahwa Tuhan membawa kekuatan, kesabaran, dan berkat bagi pemerintah dan masyarakat Papua untuk bersatu dan mendukung satu sama lain, untuk memulihkan perdamaian dan keamanan, serta untuk melanjutkan pembangunan untuk mempromosikan, melindungi, dan memenuhi hak-hak rakyat.

Perwakilan pada doa lintas agama yang datang dari komunitas Cristian protestan (Anita Antilla), Islam (Mustafa Kamal), Hindu (Julian Bagus), Katolik (ayah Jigger dari Gereja St. Mary).

Dubes Indonesia untuk Finlandia dan Estonia, Wiwiek Setyawati Firman menjelaskan,  Doa Lintas Agama untuk Perdamaian di Papua dan Papua Barat yang digagas oleh Diaspora RI Finlandia dan Estonia merupakan manifestasi kuatnya komitmen Diaspora RI di luar negeri dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Demonstrasi – demonstrasi kekerasan yang dilakukan di Papua dan Papua Barat tidak dapat ditolerir, sangat disesali dan sangat menyedihkan. Karena telah merusak perdamaian dan keamanan, merusak Hak rakyat atas pembangunan dan menghilangkan nyawa rakyat baik dari kalangan  sipil dan maupun aparat keamanan,”ujarnya.

“Melalui Doa Lintas Agama untuk Perdamaian di Papua dan Papua Barat kiranya Tuhan  memberikan berkat, kekuatan, kemampuan, keteguhan, kesabaran dan perlindungan bagi Para penyelenggara negara dan rakyat untuk bersatu dan saling dukung untuk mengembalikan perdamaian dan keamanan, menerus kan pembangunan agar dapat memajukan, melindungi dan memenuhi Hak-Hak Dasar rakyat di Papua dan Papua Barat,”terangnya dalam rilis. (Surya)

 

Comments
Loading...
error: Content is protected !!